
Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Hukum Perdata Internasional (HPI) Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7). (Istimewa)
JawaPos.com – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Hukum Perdata Internasional (HPI) Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7).
Ketua Umum PERADI Profesional, Harris Arthur Hedar, menilai Indonesia membutuhkan aturan yang mampu mengantisipasi semakin kompleksnya hubungan hukum internasional, termasuk perkembangan teknologi yang memengaruhi berbagai transaksi lintas negara.
“Kami memandang RUU HPI merupakan salah satu tonggak penting dalam pembaharuan sejarah hukum internasional Indonesia di tengah meningkatnya mobilisasi manusia, aktivitas investasi asing, perdagangan internasional, transaksi digital, arbitrase internasional, perlindungan aset lintas negara hingga perkembangan teknologi global,” kata Harris dalam RDPU dengan Komisi III DPR.
Ia menekankan mendukung langkah DPR RI menyusun RUU HPI sebagai bagian dari pembaruan sistem hukum nasional agar lebih relevan dengan perkembangan global tanpa meninggalkan prinsip dasar konstitusi Indonesia.
“Baik yang modern, responsif, adaptif, dalam menghadapi perkembangan global, namun tetap berlandaskan pancasila UUD 1945, dan kepentingan nasional Indonesia,” jelasnya.
Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) itu menuturkan, selama ini pengaturan hukum perdata internasional masih tersebar di berbagai peraturan, yurisprudensi, serta praktik peradilan. Kondisi tersebut dinilai memunculkan ketidakpastian hukum, mulai dari persoalan kewenangan pengadilan, pilihan hukum, pilihan forum, hingga pengakuan dan pelaksanaan putusan asing.
“Atas dasar itu lah, semua masukan yang kami sampaikan merupakan hasil kajian yang dilaukan secara komprehensif yang dilakukan oleh tim Peradi Profesional, dengan memperhatikan hukum nasional, praktik peradilan, hukum perbandingan, dan berbagai instrumen hukum internasional yang relevan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Profesional, Yuhelson, memaparkan sejumlah rekomendasi yang diajukan organisasinya. Salah satu usulan utama ialah memperluas cakupan pengaturan dalam RUU HPI agar mampu mengakomodasi perkembangan praktik hukum di masa mendatang.
“Rekomendasi kami adalah ingin memperluas ruang lingkup UU HPI, agar mengakomodasi praktik hukum yang berkembang di masa depan. Konkritnya, dalam Pasal 4 ayat 2, bentuk usulannya itu penambahan,” tegas dia.
Selain itu, PERADI Profesional juga mengusulkan adanya penegasan mengenai keterkaitan antara choice of law, choice of forum, dan yurisdiksi Indonesia. Menurutnya, pengaturan tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepentingan nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
