Orang-orang mencari korban di tengah reruntuhan bangunan yang hancur saat upaya penyelamatan terus berlanjut di Catia La Mar di La Guaira, Venezuela. (Edilzon Gamez/Getty Images)
JawaPos.com - Ribuan korban meninggal dunia akibat gempa bumi kembar di Venezuela pada Rabu, 24 Juni lalu. Dilihat dari sudut pandang seismologi, gempa yang terjadi pukul 18:04:33 dan 18:05:12 waktu setempat adalah fenomena tidak biasa. Gempa serupa bahkan pernah melanda Indonesia.
Menurut Dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina Iktri Madrinovella, gempa kembar terjadi di Indonesia pada 12 September 2007 silam. Saat itu, Bengkulu diguncang lindu dengan kekuatan magnitudo 8,4 dan 7,9 setelah berselang 12 jam. Guncangan terjadi di megathrust Mentawai.
”Indonesia juga pernah mengalami gempa kembar, diantaranya adalah gempa Bengkulu tanggal 12 September 2007 yang terjadi di megathrust Mentawai akibat subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia. Gempa ini terjadi dengan magnitudo 8.4 dan 7.9 yang berselang 12 jam,” ungkap dia pada Senin (6/7).
Selain itu, gempa yang terjadi di Lombok pada 2018 juga merupakan gempa besar yang terjadi 2 kali dalam jarak berdekatan. Namun demikian, jarak waktu gempa pertama dengan gempa kedua hampir satu pekan. Yakni gempa 29 Juli 2018 dengan magnitudo 6.4 dan 5 Agustus 2018 dengan magnitudo 7,0.
Sementara gempa pertama di Venezuela berkekuatan magnitudo 7.2, sedangkan gempa kedua berkekuatan lebih besar. Yakni magnitudo 7.5. Kedua gempa tersebut berpusat di wilayah Morón–Yumare, sekitar 160 kilometer sebelah barat Caracas, dengan kedalaman dangkal sekitar 10–20 kilometer.
”Secara tektonik, Venezuela utara berada pada batas antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang bergerak secara horizontal (strike-slip),” ujarnya.
Akademisi yang akrab dipanggil Vella itu menjelaskan bahwa The United States Geological Survey (USGS) mencatat bahwa Lempeng Karibia bergerak ke arah timur relatif terhadap Lempeng Amerika Selatan dengan kecepatan 20 milimeter per tahun, dengan mekanisme sesar geser menganan (right-lateral strike-slip) yang membentang di wilayah utara Venezuela.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
