Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 04.51 WIB

Prihatin Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, DPR Pertanyakan Sistem Monitoring Digital untuk Cegah Insiden

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com — Kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dengan taksi listrik, serta insiden antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo, menyisakan duka mendalam. Insiden tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia juga meminta para pemangku kepentingan memberikan pelayanan terbaik bagi korban yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saya mengucapkan rasa duka yang mendalam kepada para korban dan keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka,” kata Sofwan kepada wartawan, Selasa (28/4).

Ia menegaskan pentingnya kemudahan dalam proses pembiayaan, termasuk melalui asuransi. Menurutnya, dalam situasi darurat tidak boleh ada hambatan apa pun, terutama yang bersifat administratif, dalam penanganan korban.

“Dalam situasi darurat, tidak boleh ada faktor apa pun yang menghambat penanganan korban luka-luka, termasuk faktor administrasi,” tegasnya.

Sofwan juga mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh faktor penyebab kecelakaan beruntun tersebut.

Ia menyoroti kemungkinan kegagalan sistem monitoring digital dan peran petugas di lapangan. Menurutnya, pada stasiun-stasiun padat yang dilalui KRL maupun kereta api jarak jauh, sistem pengawasan seharusnya mampu memitigasi risiko kecelakaan.

“Sistem monitoring digital dan petugas kok bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi Kereta Argo Bromo agar tidak melaju dan menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di stasiun?” ujarnya.

Ia menekankan, semua kemungkinan penyebab harus diinvestigasi secara mendalam sebagai bahan evaluasi menyeluruh, guna mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore