Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Maret 2026, 03.28 WIB

Buntuti Andrie Yunus Sebelum Lakukan Penyiraman Air Keras, Polisi: Pelaku Sangat Tenang

Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa) - Image

Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)

JawaPos.com - Empat orang terduga pelaku dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus sudah membuntuti korban sebelum beraksi. Berdasar hasil analisa rekaman CCTV, mereka tampak tenang melakukan setiap langkah. Dari membuntuti sampai melancarkan aksi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin memang tidak menyatakan secara tegas terduga pelaku terlatih atau tidak. Namun, dia memastikan bahwa mereka tampak tenang saat menyerang Andrie.

”Apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku memang memiliki ketenangan dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang kejadian,” kata dia dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Senin (16/3).

Tidak hanya itu, setelah menyerang Andrie hingga mengalami luka bakar serius, terduga pelaku melarikan diri dengan sangat cepat. Meski bergerak ke arah berbeda, namun mereka tampak lihai untuk menghilangkan jejak. Beruntung rekaman CCTV yang diamankan oleh penyidik memperlihatkan pergerakan mereka.

”Puji syukur, kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas. Sehingga sangat membantu dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Iman.

Lebih lanjut, Iman menyampaikan bahwa aparat kepolisian masih mendalami pelat nomor kendaraan yang digunakan oleh terduga pelaku. Menurut dia, lebih kurang ada 260 kemungkinan dari pelat nomor kendaraan yang termonitor melalui rekaman CCTV.

”Untuk nomor polisinya masih kami dalami karena ada sekitar 260 kemungkinan dari nomor yang muncul tersebut. Kami masih analisa,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa rute pergerakan terduga pelaku dimulai dari wilayah Jakarta Selatan (Jaksel). Mereka berboncengan dengan menggunakan dua sepeda motor. Dari titik awal tersebut, terduga pelaku menuju titik kumpul di Jalan Medan Merdeka Timur, persisnya di sekitar depan Stasiun Gambir.

Beranjak sore, terduga pelaku mulai bergerak dari depan Stasiun Gambir ke Jalan Ir. H. Juanda, kemudian menuju Jalan Medan Merdeka Barat, dan selanjutnya mereka bergerak menuju kawasan Tugu Tani. Sebelum akhirnya mengarah ke Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

”Jadi, kalau rekan-rekan mengikuti alurnya, itu mengitari Monas menuju kawasan Tugu Tani. Selanjutnya berputar dulu menuju Jalan Medan Merdeka Timur dan selanjutnya menuju YLBHI,” kata dia.

Mulai dari Kantor YLBHI itulah terduga pelaku mengikuti Andrie. Mereka bergerak mengekor Andrie dari YLBHI ke SPBU Cikini. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pada pukul 23.32 WIB-23.35 WIB, terduga pelaku terlihat berada di SPBU Cikini bersamaan dengan Andrie saat mengisi bahan bakar untuk sepeda motornya.

”Selanjutnya diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,” jelas Iman.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu bersyukur, di lokasi kejadian terdapat CCTV yang merekam jelas perbuatan terduga pelaku. Sehingga dari lokasi tersebut, polisi bisa melakukan penelusuran pergerakan empat terduga pelaku tersebut. Mereka terdeteksi kabur melalui rute yang berbeda.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore