Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Maret 2026, 22.35 WIB

Usai Ditetapkan Tersangka atas Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Rismon Temui Gibran Sebut Hasil Penelitiannya Perlu Dikoreksi

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rismon Sianipar, bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3) pagi. - Image

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rismon Sianipar, bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3) pagi.

JawaPos.com - Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rismon Sianipar, bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3) pagi. Pertemuan antara Gibran dan Rismon berlangsung secara tertutup.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyampaikan bahwa mereka memiliki hubungan persaudaraan.

“Kita ini saudaraan,” kata Gibran sambil memeluk Rismon.

Sementara itu, Rismon memastikan bahwa ijazah Jokowi adalah asli, setelah melakukan kajian lanjutan terhadap dokumen tersebut. Ia menyebut, temuan itu diperoleh setelah melakukan penelusuran ulang terhadap dokumen selama sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.

“Saya sebagai peneliti harus jujur bahkan terhadap penelitian saya sendiri. Jika ada yang salah, harus dikoreksi,” ujar Rismon.

Menurutnya, hasil kajian terbaru menunjukkan bahwa dokumen ijazah Jokowi bersifat autentik. Ia juga menegaskan kesimpulan tersebut dapat dijelaskan secara sederhana kepada publik.

“Iya, asli. Dengan kajian saya,” tegasnya.

Rismon juga mengungkapkan bahwa dirinya diterima dengan baik saat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mengatakan keluarga Jokowi menunjukkan sikap terbuka terhadap penelitiannya.

“Dari penjelasan Pak Wapres, keluarga besar mereka terbuka terhadap penelitian dan koreksi,” tutur Rismon.

Sebelum menemui Gibran, Rismon terlebih dahulu bertemu dengan Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menerima permintaan maaf yang disampaikan Rismon terkait polemik tudingan ijazah palsu.

Menurut Rismon, permintaan maaf tersebut merupakan bentuk tanggung jawab akademik sebagai peneliti yang harus siap mengoreksi temuannya jika terdapat data baru.

Ke depan, ia berencana menuliskan seluruh hasil penelusuran tersebut dalam sebuah buku yang tengah disusunnya. Rismon menargetkan buku tersebut dapat rampung pada 2026 dan memuat penjelasan lengkap mengenai metode serta hasil kajiannya.

“Saya akan buktikan dalam tulisan saya. Penelitian itu ongoing dan membutuhkan waktu,” pungkasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore