Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Mei 2022 | 05.05 WIB

Cacar Monyet Didominasi Pria Penyuka Sesama Jenis, Begini Kata Ahli

Ilustrasi seseorang dengan gejala monkeypox atau cacar monyet. - Image

Ilustrasi seseorang dengan gejala monkeypox atau cacar monyet.

JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan saat ini sudah ada lebih dari 250 kasus cacar monyet di seluruh dunia. Sejumlah negara seperti AS dan Inggris justru melaporkan penderita kasus tersebut didominasi oleh pria gay atau penyuka sesama jenis.

Di AS pasien di Massachusetts belum lama ini bepergian ke negara-negara di mana penyakit itu terjadi. Selain itu, ada bukti virus dapat menyebar melalui rute baru yakni kontak seksual.

"Yang lebih aneh lagi adalah menemukan kasus yang tampaknya tertular melalui kontak seksual," kicau ahli epidemiologi Mateo Prochazka di Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) seperti dalam laporan NPR.

"Kami secara khusus mendesak pria gay dan biseksual untuk waspada terhadap ruam atau lesi yang tidak biasa dan segera menghubungi layanan kesehatan seksual," kata ahli epidemiologi Hopkins dalam pernyataan UKHSA.

Di Inggris, di mana 20 kasus sekarang telah dikonfirmasi, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan kasus-kasus di negara itu sebagian besar di antara pria gay, biseksual atau pria yang berhubungan seks dengan pria. Penghitungan sebelumnya dari 14 kasus semuanya terdeteksi di klinik kesehatan seksual dan laki-laki berusia antara 20 dan 40 tahun sebagai gay, biseksual atau laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Di Indonesia, kasus ini belum ditemukan. Dalam kicauannya, Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban justru meluruskan siapa saja yang rentan terkena penyakit ini. Menurutnya kasus ini tak tergantung preferensi seksual.

"Belum ada di Indonesia. (Ditemukan) di lebih dari 250 kasus dari 16 negara. Semua rentan. Tak tergantung preferensi seksual," tegasnya dalam kicauannya yang sudau dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (26/5).

Prof Zubairi menegaskan cacar monyet kecil kemungkinan menjadi pandemi. Dan gejala yang muncul terlihat jelas. Salah sati penyakit ini meluas karena dipicu oleh deforestasi atau penggundulan hutan.

"Kecil kemungkinan jadi pandemi. Gejala jelas. Muncul pustula yang bantu identifikasi. Kontak dengan hewan liar meningkat karena deforestasi," tuturnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore