Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Desember 2025 | 04.55 WIB

Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Jadi 995 Orang, BNPB Mulai Verifikasi Ulang untuk Pastikan Data Korban

Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta memimpin salat jenazah 24 korban bencana alam di Sumbar pada Rabu (10/12). Puluhan korban itu dimaksamkan secara massal. (Polri) - Image

Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta memimpin salat jenazah 24 korban bencana alam di Sumbar pada Rabu (10/12). Puluhan korban itu dimaksamkan secara massal. (Polri)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia pasca bencana di Sumatera. Secara keseluruhan Tim SAR Gabungan menemukan 5 jenazah korban hari ini (12/12). Sehingga total korban meninggal dunia sebanyak 995 jiwa. Namun, bukan tidak mungkin data itu akan berubah. Mengingat kini BNPB mulai melakukan verifikasi untuk memastikan data korban.  

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia paling banyak masih berasal dari Aceh dengan angka 411 korban, kemudian Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 343 orang, dan Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 241 orang. Guna memastikan data tersebut benar-benar valid merupakan temuan jenazah korban terdampak bencana, BNPB melakukan verifikasi ulang by name by address. 

”Perlu kami sampaikan bahwa saat ini di tingkat kecamatan sudah dilakukan verifikasi dan sinkronisasi ulang data menurut catatan sipil. Jadi, by name by address. Implikasinya nanti mungkin akan terjadi pengurangan,” jelasnya. 

Abdul Muhari menyatakan bahwa hal itu bisa terjadi karena cakupan area terdampak bencana sangat luas. Beberapa area pemakaman juga ada yang terdampak. Sehingga ada ditemukan jenazah dari pemakaman tersebut. Menurut dia, nantinya jenazah yang dipastikan berasal dari area pemakaman terdampak bencana akan dikeluarkan dari data korban meninggal dunia pasca bencana. Karena itu, pihaknya berharap tidak ada yang bingung bila nanti ada pengurangan jumlah korban.

”Kenapa bisa terjadi pengurangan, karena dari jasad yang ditemukan kita tahu bahwa cakupan luas daerah terdampak itu sangat besar dan juga di beberapa tempat itu berdampak di area pemakaman, di area pekuburan,” terang dia. 

Berdasar informasi yang diterima oleh BNPB dari 3 kabupaten, sudah ada beberapa jenazah yang masuk dalam data korban meninggal dunia pasca bencana ternyata sudah wafat jauh hari sebelum bencana terjadi. Untuk itu, verifikasi by name by address terhadap setiap jenazah yang berhasil diidentifikasi harus dilakukan. Sehingga tidak ada tumpang tindih data dan nantinya semua korban yang dilaporkan hilang bisa ditemukan.   

”Kami sudah menerima informasi dari 3 kabupaten bahwa ada jasad yang sebelumnya dihitung sebagai jasad yang ditemukan pasca bencana, ketika dikonfirmasi menurut catatan sipil by name by address yang saat ini dilakukan oleh kecamatan itu merupakan nama yang sudah meninggal sebelum terjadinya bencana,” jelasnya.

Menurut Abdul Muhari, proses verifikasi masih terus berjalan. Rencananya mulai besok (13/12), data hasil verifikasi itu akan disampaikan kepada publik dalam update informasi harian penanggulangan bencana di Sumatera.  Sejauh ini, selain 995 korban meninggal dunia, masih tercatat ada 226 korban hilang di 3 provinsi tersebut. Upaya pencarian masih terus dilakukan meski sudah lebih dari 2 minggu operasi SAR berlangung. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore