
Kepala BNPT Eddy Hartono menggelar program Penguatan Kampus Kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat ketahanan ideologi kebangsaan di lingkungan pendidikan. Program ini difokuskan untuk memberikan edukasi mendalam terkait mitigasi penyebaran paham radikal dan terorisme yang kini kian marak melalui ruang digital.
Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan edukasi penguatan kebangsaan penting untuk mencegah terjadinya pandangan radikalisme di kalangan akademis. Hal ini dengan menggelar program Penguatan Kampus Kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.
"Hari ini kita lakukan edukasi bagaimana tentang modus operandi maupun cara perkembangan terorisme kekinian. Terlebih, saat ini sosial media dijadikan tempat atau wadah yang efektif untuk melakukan propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme," kata Eddy Hartono, Kamis (11/12).
Eddy menegaskan, kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, terutama dalam aspek pemberdayaan masyarakat untuk membangun Kesiapsiagaan Nasional.
"Kegiatan penguatan kampus kebangsaan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, bahwa kita melakukan kesiapsiagaan nasional melalui pemberdayaan masyarakat," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Abdul Muhid, menyampaikan komitmen kampus untuk menjaga lingkungan akademik dari infiltrasi paham radikal.
"UIN Sunan Ampel Surabaya berkomitmen untuk menjaga kampus ini dari paham-paham radikalisme, karena UIN Sunan Ampel Surabaya ini dilahirkan dan didirikan oleh para ulama, kiyai yang tentu komitmen terhadap kebangsaan tidak bisa diragukan," tuturnya.
Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag, menegaskan kesiapannya mendukung upaya BNPT melalui peningkatan literasi digital dan edukasi di lingkungan kampus.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi dalam keluarga serta prinsip double check terhadap informasi digital sebagai langkah membendung penyebaran ajaran radikal.
"Kami dari FKPT Jawa Timur berkomitmen untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat bagaimana upaya pencegahan ini perlu dilakukan termasuk kami masifkan ketika perkuliahan," pungkasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
