
Petugas melakukan proses pengamanan titik atau lokasi terpapar radiasi Cesium-137 di kawasan Industri Modern Cikande Banten (7/10). (Humas Kemen-LH)
JawaPos.com - Pemerintah tidak ingin resiko paparan radiasi Cesium-137 semakin berbahaya untuk masyarakat. Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) memutuskan untuk merelokasi sebagian warga di sekitar Kawasan Industri Modern Cikande. Luasanya radiasi sampai ditemukan di lapak rongsokan milik warga.
Data sementara ada tujuh poin atau lokasi pancaran radiasi berbahaya Cesium-137. Pancaran radiasi paling besar ada di Poin B, yang berupa gubuk dan lahan kosong. Pancaran radiasinya sampai 10.000 mikrosievert/jam.
Kemudian radiasi juga ditemukan di lapak rongsok atau besi tua di Desa Barengkok. Yaitu dengan pancaran radiasi 185 mikrosievert/jam. Selain itu pancaran radiasi Cesium-137 juga ditemukan di lahan di samping bengkel milik warga. Dengan pancaran radiasi terekam 150 mikrosievert/jam.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan upaya penanganan kondisi khusus di Cikande dilakukan secara terukur. Seperti pemasangan papan bahaya radiasi dan pemeriksaan ketat di akses keluar masuk kawasan Industri Modern Cikande.
"Juga relokasi sementara bagi warga yang tinggal di sekitar titik radiasi Cesium-137 di kawasan Industri Modern Cikande," katanya (8/10). Kebijakan itu diambil merujuk pada rekomendasi dari BRIN dan Bapeten. Hanif menegaskan warga yang tinggal di sekitar titik radiasi, untuk sementara dilokalisir. Sampai menunggu proses dekontaminasi selesai dilaksanakan.
Dia menegaskan relokasi dilakukan untuk kesehatan masyarakat. Kemudian relokasi tidak dilaksanakan secara menyeluruh. Selain itu pembatasan gerak masyarakat di zona terdampak juga akan dibatasi. Tujuannya untuk memastikan keamanan masyarakat. Keselamatan warga dan lingkungan jadi prioritas utama," tuturnya.
Hanif yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 itu menyampaikan proses dekontaminasi akan terus dikawal. Sampai area tersebut dinyatakan benar-benar bebas dari radiasi Cesium-137.
Laporan dari Kemen-LH menyebut Tim Satgas Bidang I Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Sumber Radiasi di bawah komando Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kemen-LH Rasio Ridho Sani terus melakukan dekontaminasi material sumber paparan radiasi di lokasi poin F. Kemudian juga untuk perusahaan-perusahaan yang terdeteksi terpapar Cesium-137 di atas background lingkungan. Dalam dua hari terakhir, tim telah melakukan dekontaminasi empat kegiatan usaha di Kawasan Industri Modern Cikande.
Untuk memastikan pemetaan kawasan terdampak secara menyeluruh, tim gabungan dari BRIN, Bapeten, dan KBRN Polri melakukan survei dengan radius 2 hingga 5 kilometer dari pusat radiasi. Pemetaan dilengkapi dengan pengambilan sampel tanah, air sumur, tanaman, sedimen sungai, dan sedimen danau. Di Lokasi poin E, tim telah memasang tanda bahaya radiasi setelah hasil pengukuran menunjukkan laju radiasi lebih dari 500 mikrosievert/jam.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
