Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa
JawaPos.com - Sekitar satu pekan di penghujung Agustus lalu, rentetan aksi demonstrasi berujung kegiatan anarkis sampai penjarahan. Memasuki bulan September, situasi berangsur mereda. Pemerintah menekankan mengambil langkah tegas dan terukur, untuk mengendalikan situasi.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, mereka dengan penuh keprihatinan mencermati perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai daerah akibat aksi massa yang anarkistis. "MUI mengecam keras segala bentuk tindakan kekerasan, anarkisme, dan vandalisme yang telah terjadi," katanya (1/9) malam.
Mantan Wakil Menteri Agama itu menjelaskan, MUI sangat menyayangkan bahwa tindakan-tindakan yang merusak dan melanggar hukum. Serta menolak perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, Pancasila, dan ajaran agama. Karena perbuatan itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, bahkan memakan korban.
Zainut mengatakan MUI menyampaikan duka cita mendalam atas para korban yang timbul akibat aksi-aksi kekerasan itu. "Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan empati, mendoakan para almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," jelasnya. Selain itu mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan kekuatan.
Berdasarkan situasi terkini, Zainut mengatakan MUI menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas langkah-langkah cepat tanggap dan responsif yang telah diambil untuk memastikan stabilitas keamanan nasional.
"Kami juga mendukung penuh langkah-langkah tegas dan terukur yang diambil oleh pemerintah, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengendalikan situasi," katanya. Upaya tegas dan terukur itu juga diperlukan untuk menegakkan kedaulatan hukum, menjaga ketertiban serta melindungi segenap masyarakat dari berbagai ancaman rasa takut.
Zainut menjelaskan MUI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengedepankan ketenangan. Kemudian tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks atau ajakan yang dapat memicu perpecahan. MUI juga menyerukan agar seluruh umat, khususnya umat Islam, untuk menjaga persatuan dan kerukunan. "Mari kita bersatu padu menciptakan suasana yang aman, damai, dan tertib," katanya.
Selain itu, MUI mengimbau para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, dan pemimpin komunitas untuk berperan aktif dalam menyejukkan suasana di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya penting bagi semua untuk terus menggaungkan edukasi tentang pentingnya menjaga perdamaian, menolak kekerasan, dan mengutamakan dialog. Semuanya dilakukan untuk terpeliharanya kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
