
Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau batalyon teritorial pembangunan di Cibitung, Jabar, pada Rabu (20/8). (Biro Infohan Setjen Kemhan)
JawaPos.com-Presiden Prabowo Subianto sudah meresmikan 100 batalyon teritorial pembangunan baru. Salah satunya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 843/Patriot Yudha Vikasa (PYV) di Desa Wanajaya, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berharap ratusan batalyon teritorial pembangunan bisa menjalankan 2 fungsi kesehatan. Hal itu disampaikan oleh Budi usai menyambangi Yonif TP 843/PYV pada Rabu (20/8). Kedatangannya ke ke batalyon tersebut atas undangan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Selain Budi, Sjafrie turut mengajak Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Mereka datang ke batalyon tersebut untuk melihat secara langsung proses pembangunannya.
”Jadi tindak lanjut dari meeting ini adalah kami nanti akan bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan untuk memastikan bahwa kompi kesehatan yang ada di setiap batalyon itu bisa menjalankan 2 fungsi,” kata Budi.
Fungsi pertama adalah fungsi pertahanan dari ancaman biosecurity atau juga ancaman pandemi yang sempat dialami Indonesia saat Covid-19 mewabah di seluruh dunia. Dia menyebut, Covid-19 telah membunuh jutaan manusia.
Batalyon teritorial pembangunan yang dilengkapi kompi kesehatan diharapkan bisa menjalankan fungsi pertahanan atas ancaman biosecurity semacam Covid-19.
”Dan fungsi yang kedua adalah fungsi keamanan, dimana batalyon-batalyon itu, yang ada kompi kesehatannya, bisa merespons dengan cepat kalau ada bencana alam yang (mencapai) 3 ribu sampai 4 ribu setahun terjadi di seluruh Indonesia dan juga dari ancaman penyakit,” imbuh Budi.
Menurut dia, 2 fungsi kesehatan pada ratusan batalyon teritorial yang sudah diresmikan Presiden Prabowo Subianto sangat penting. Jika dapat dilaksanakan, (Kementerian Kesehatan) Kemenkes akan sangat terbantu keberadaan ratusan batalyon teritorial yang baru saja dibentuk pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI.
”Sehingga 2 fungsi baik pertahanan dan keamanan dari sektor kesehatan untuk menjaga keselamatan seluruh masyarakat Indonesia itu kita bisa dibantu TNI,” ujar Budi.
