
Personel basarnas saat proses evakuasi Juliana Marins di gnung rinjani. Penjaga gunung dan hutan akan dibekali kemampuan pertolongan darurat. (Basarnas)
JawaPos.com - Para penjaga gunung dan hutan di Indonesia akan mendapatkan pelatihan kemampuan rescue atau penyelamatan darurat. Pelatihan kedaruratan dan penyelamatan itu akan dilakukan oleh Basarnas.
Rencana itu merupakan bagian dari respons atas kecelakaan saat pendakian yang dialami sejumlah pendaki belakangan ini. seperti Juliana Marina asal Brasil dan Sarah Tamar Van Hulten, saat mendaki di Gunung Rinjani NTB.
Selain penjaga gunung dan hutan, pelatihan itu juga menyasar Polisi Hutan (Polhut) di bawah naungan Kementerian Kehutanan (Kememhut).
Komitmen pelatihan tersebut tertuang dalam penandatanganan kerja sama antara Menhut Raja Juli Antoni bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Jakarta (5/8).
Syafii mengatakan, kerja sama ini menjadi landasan dalam kolaborasi terkait pemanfaatan sumber daya hingga peningkatan sistem keselamatan.
“Meliputi pengembangan dan peningkatan sistem keselamatan, latihan pencarian dan pertolongan, peningkatan kapasitas manusia dan kerjasama lain yang disepakati bersama,” ujarnya.
Sementara itu Menhut Raja Juli Antoni menyambut baik kolaborasi dengan Basarnas tersebut. Kerja sama itu dilakukan guna meningkatkan sistem keselamatan hingga pelatihan dalam melakukan evakuasi.
Bagi dia kerjasama tersebut sangat penting. Karena Basarnas tidak bisa bekerja sendiri, tanpa peran relawan atau petugas di lokasi. “Potensi kedaruratan itu juga membutuhkan spirit volunteerism dari berbagai pihak,” ujar Raja.
Dia menjelaskan, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Sehingga memiliki banyak taman nasional yang perlu dikelola dengan baik.
Raja Juli berharap dengan adanya kerjasama dengan Basarnas, nantinya dapat meningkatkan potensi SAR. Tujuannya supaya nantinya pencarian atau penanganan kecelakaan dapat dilakukan lebih baik.
Ia mengatakan, saat ini mulai tumbuh antusiasme masyarakat untuk mengunjungi sejumlah taman nasional di Indonesia. Termasuk mengunjungi gunung-gunung. "Sebenarnya ini adalah tren yang baik sekali. Tetapi tentu harus disiapkan edukasi, peraturan,” katanya.
Raja Juli berharap MoU ini tidak hanya seremonial semata. Tetapi benar-benar didedikasikan untuk mendidik lebih banyak lagi potensi-potensi SAR di kalangan masyarakat.
Termasuk Polisi Hutan dan para kepala taman nasional. Sehingga kalau terjadi sesuatu yang darurat, bisa ditangani lebih baik, cepat, dan tepat.
Selain dengan Basarnas,Kemenhut juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI).
Penandatanganan ini dilakukan terkait sinergi kualitas penanganan dan pengaduan masyarakat di ruang lingkup pemerintahan. Dengan adanya kerjasama itu, bisa terbangun good and clean governance.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
