
Puan Maharani dan Prananda Prabowo saling merangkul Megawati Soekarnoputri saat menghadiri kegiatan Bimtek Fraksi PDIP se-Indonesia yang digelar di Bali, Rabu (30/7). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Momen hangat terekam saat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDIP se-Indonesia yang digelar di Bali, pada Rabu (30/7). Pasalnya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo terihat saling merangkul Megawati dalam acara tersebut.
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menegaskan kehangatan antara Puan dan Prananda bukanlah sekadar simbolik, melainkan cerminan dari harmoni yang baik secara personal maupun kelembagaan.
"Merespon pernyataan tentang foto pelukan hangat Mas Prananda dan Mbak Puan yang ada di berbagai media. Kedua beliau saudara, sebab kakak dan adik, jadi sewajarnya harmonis, dan faktanya memang begitu," kata Said kepada wartawan, Kamis (31/7).
Menurutnya, keharmonisan tersebut merupakan bentuk dari soliditas internal PDIP yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga substansial dalam kehidupan partai sehari-hari.
"Harmoni bukan hanya sekedar hubungan antar beliau, tetapi juga di jajaran kepartaian secara keseluruhan. PDI Perjuangan solid bukan sekedar slogan. Harmoni beliau berdua sebagai anak biologis dan ideologis Ibu Mega dan PDI Perjuangan," ucap Said.
Menurut Said, baik Puan maupun Prananda telah tumbuh dan mengakar kuat dalam tradisi PDIP. Keduanya turut memberi warna dalam perjalanan partai berlambang banteng.
"Apalagi Mbak Puan dan Mas Prananda sama-sama tumbuh dan dibesarkan dalam rumah besar PDI Perjuangan. Beliau berdua berporses dan ikut memberi warna bagi kiprah PDI Perjuangan kemarin, hari ini dan ke depan. Oleh sebab itu kami sangat menyukuri kiprah beliau berdua untuk ikut membesarkan partai," ujarnya.
Said pun memastikan, PDIP tetap solid di bawah kepemimpinan Megawati. Menurutnya, perbedaan pandangan bukanlah perpecahan, melainkan bagian dari demokrasi yang sehat.
"PDI Perjuangan solid di bawah kepemimpinan Ibu Mega. Perbedaan pendapat tidak bisa kita maknai sebagai faksional di dalamnya. Justru itulah wujud dari demokrasi di PDI Perjuangan. Wacana boleh berbeda, tetapi ketika Ibu Ketua Umum memutuskan, kami semua solid mendukung penuh keputusan tersebut," tegasnya.
Said menegaskan bahwa keberadaan Puan dan Prananda dalam struktur partai justru memperkuat kepemimpinan Megawati. Menurutnya, agenda Bimtek DPR dan DPRD Fraksi PDIP di Bali merupakan bagian dari arahan Megawati untuk memperkuat kapabilitas kader partai di lembaga legislatif.
"Bimtek ini menerjemahkan arahan Ibu Ketua Umum, agar kader-kader PDI Perjuangan di legislatif bisa lebih produktif, memiliki pengetahuan kelegislasian yang mumpuni dalam menjelaskan fungsi anggaran, pengawasan, dan legislasi," pungkasnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
