Hati-Hati! Ini Larangan di Bulan Sura, Kalau Dillanggar Bisa Bikin Rumah Tangga Kacau, Menurut Primbon Jawa (Freepik)
JawaPos.com - Bulan Sura, yang dikenal sebagai penanda tahun baru dalam kalender Jawa, bukanlah bulan biasa. Di balik suasananya yang hening, tersembunyi berbagai pantangan yang jika dilanggar bisa berdampak besar pada kehidupan seseorang, terutama dalam urusan rumah tangga dan hubungan sosial.
Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube yang aktif membahas weton yakni Ngaos Jawa, dalam kearifan lokal Jawa, bulan ini adalah masa spiritual yang sakral, dan siapa pun yang lengah bisa saja mendatangkan malapetaka. Penasaran larangan apa saja yang harus dihindari? Yuk, simak artikel ini sampai akhir!
1. Menikah di Bulan Sura, Bisa Mengundang Bencana
Salah satu larangan yang paling dikenal di bulan Sura adalah melangsungkan pernikahan. Dalam tradisi Jawa, menikah di bulan Sura diyakini akan membawa kesialan. Kenapa? Karena Sura adalah bulan duka dan pertapaan, bukan bulan untuk bersuka cita. Mengadakan pesta pernikahan justru dianggap tidak selaras dengan energi spiritual yang sedang turun. Tak sedikit kisah nyata menyebutkan pasangan yang menikah di bulan ini mengalami cekcok, musibah, bahkan kehilangan yang tak terduga.
2. Menggelar Pesta atau Hajat, Bisa Mengundang Gangguan
Bukan cuma pernikahan, berbagai bentuk pesta atau syukuran juga sebaiknya dihindari. Suara gamelan, tari-tarian, dan keramaian di bulan Sura dipercaya bisa mengundang perhatian makhluk halus. Bagi yang tetap nekat mengadakan hajatan, kerap mengalami rentetan masalah seperti anggota keluarga sakit, rezeki yang seret, bahkan ketegangan dalam rumah tangga. Sura bukan waktu untuk berpesta, tapi untuk merenung, menundukkan hati, dan membersihkan batin.
3. Pindah Rumah di Bulan Sura? Sebaiknya Tunda Dulu
Pindah rumah di bulan Sura juga dianggap sangat riskan. Menurut Primbon Jawa, bulan ini adalah masa berkeliarannya roh-roh penasaran. Membuka rumah baru bisa diibaratkan menyalakan lampu terang di tengah malam dan berkata, “Silakan masuk,” pada makhluk tak kasat mata. Banyak kisah tentang rumah yang terasa “tidak nyaman” setelah dihuni, anak-anak sering menangis tanpa sebab, hingga muncul gangguan-gangguan gaib. Maka dari itu, pilih hari baik di luar bulan Sura untuk pindah rumah demi keselamatan sekeluarga.
4. Pertengkaran dan Sumpah Serapah Bisa Jadi Bumerang
Bulan Sura juga bukan waktu yang tepat untuk melampiaskan emosi. Menurut kepercayaan Jawa, ucapan di bulan Sura memiliki kekuatan magis. Sumpah serapah, kata-kata kasar, atau pertengkaran bisa memperbesar konflik bahkan mengundang energi negatif dari alam lain. Tak jarang rumah menjadi panas, suasana penuh emosi, dan hubungan suami istri pun bisa memanas hanya karena hal sepele. Maka dari itu, menahan diri dan menjaga ucapan adalah bagian dari laku spiritual di bulan ini.
Kearifan lokal Jawa mengajarkan kita bahwa hidup berdampingan dengan yang tak kasat mata adalah bagian dari keseimbangan semesta. Bulan Sura hadir bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihormati. Jika kita mampu menjaga sikap, ucapan, dan tindakan, maka kita akan dilindungi dari hal-hal buruk yang tidak kita inginkan. Sebaliknya, jika meremehkan dan melanggar larangan-larangan yang telah diwariskan leluhur, jangan salahkan siapa pun jika masalah mulai berdatangan tanpa sebab yang jelas.
Semoga artikel ini bisa menjadi pengingat dan bekal untuk menjalani bulan Sura dengan penuh kesadaran. Hormatilah waktunya, maka hidupmu pun akan ikut dihormati oleh semesta.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
