Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengikuti putusan sidang etik di gedung ACLC KPK, Jakarta, Jumat (6/9/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron angkat bicara terkait dirinya yang gagal dalam seleksi calon pimpinan (capim) KPK periode 2024-2029. Ghufron tidak lulus tes profile assessment yang diselenggarakan panitia seleksi (Pansel) Capim dan Calon Dewas KPK.
Nurul Ghufron menyampaikan selamat kepada 20 nama yang lulus seleksi profile assesment. Disinyalir, gagalnya Ghufron dalam seleksi Capim KPK, lantaranya dirinya tersandung permasalahan kode etik dan pedoman prilaku.
"Alhamdulillah dan selamat kepada 20 nama yang lolos," kata Ghufron dikonfirmasi, Rabu (11/9).
Ghufron mengaku mengenal 20 nama yang lulus seleksi tes profile asessessment. Ia mengharapkan, mereka yang terpilih dapat melanjutkan kerja-kerja pemberantasan korupsi.
"Saya kenal beliau orang yang kapabel, semoga dapat melanjutkan dan meningkatkan pemberantasan korupsi ke depan," ucap Ghufron.
Pansel Capim-Calon Dewas KPK sebelumnya mengumumkan 20 nama Capim KPK yang lolos seleksi tes profile asessment. Berdasarkan Pengumuman Nomor:66/PANSEL-KPK/09/2024 tidak ada nama Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Ketua Pansel KPK, Yusuf Ateh mengakui, pihaknya turut mempertimbangkan putusan etik yang dijatuhkan Dewas KPK terhadap Nurul Ghufron. Ia mengakui, semua pertimbangan diputuskan secara bersama-sama oleh tim pansel.
"Semua masukan kami pelajari, kami evaluasi, kami putuskan secara bersama-sama," ujar Yusuf Ateh di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (11/9).
Ateh mengutarakan, terhadap 20 capim yang lolos seleksi profile assessment diwajibkan mengikuti seleksi tahap berikutnya, yakni wawancara dan tes kesehatan jasmani rohani, yang akan diselenggarakan pada 17 dan 18 September 2024.
"Detail jadwal peserta nanti akan disampaikan pada tanggal 12 September 2024," tegas Ateh.
Berikut 20 nama capim KPK yang lulus tahapan profile assessment:
1. Agus Joko Pramono
2. Ahmad Alamsyah Saragih
3. Didik Agung Widjanarko
4. Djoko Poerwanto
5. Fitroh Rohcahyanto
6. Harli Siregar
7. I Nyoman Wara
8. Ibnu Basuki Widodo
9. Ida Budhiati
10. Johan Budi Sapto Pribowo
11. Johanis Tanak
12. Michael Rolandi Cesnanta Brata
13. Muhammad Yusuf
14. Pahala Nainggolan
15. Poengky Indarti
16. Sang Made Mahendrajaya
17. Setyo Budiyanto
18. Sugeng Purnomo
19. Wawan Wardiana
20. Yanuar Nugroho