Peta konflik klaim wilayah antar-negara di Laut China Selatan.
JawaPos.com - Para pemimpin ASEAN dan Tiongkok sepaka mempercepat penyelesaian negosiasi tentang kode etik atau code of conduct (COC) di Laut Tiongkok Selatan.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan dalam pertemuan antara Tiongkok dan para pemimpin ASEAN pada Rabu (6/9), terdapat kesepakatan antara para pemimpin untuk mempercepat negoisasi ihwal COC yang telah lama mandek dan menghasilkan konflik karena tidak jelasnya batas wilayah di perairan Laut Tiongkok Selatan.
"Para pemimpin juga menyambut baik guidelines percepatan negoisasi COC di Laut Tiongkok Selatan," kata Menlu Retno Marsudi dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (7/9)
Menlu Retno menuturkan kesepakatan itu tertuang dalam dokumen "Guidelines for Accelerating the Early Conclusion of an Effective and Substantive Code of Conduct in the South China Sea".
Dokumen itu mendorong pembahasan efektif dan substantif mengenai sikap negara-negara di kawasan Laut Tiongkok Selatan.
"Tadi sudah saya sebutkan tujuannya adalah mempercepat penyelesaian negoisasi COC agar tidak terjadi lagi konflik wilayah di perairan Laut China Selatan," kata Retno Marsudi
Selain COC, pertemuan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara dengan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang ini juga menyepakati sejumlah dokumen perjanjian lain.
Diantaranya kerja sama ASEAN-Tiongkok dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pasific (AOIP) kerja sama di bidang agrikultur rencana pengembangan ekonomi hijau, kerja sama di bidang ekonomi digital dan transfer teknologi dan riset.
Diplomat Beijing, Wang Wenbin juga mendukung adanya kejelasan di Laut China Selatan. Wang menyatakan Tiongkok menyambut baik rencana ASEAN untuk mendiskusikan lebih lanjut terkait teks perjanjian COC dan memperkuat kerjasama kedua wilayah.
"Tiongkok menyambut baik keberhasilan kedua teks kode etik di Laut Tiongkok Selatan dan mendukung pembentukan dokumen panduan oleh semua pihak untuk mempercepat penyelesaian agar tidak adanya konflik wilayah", ujar Wang dikutip dari ANTARA pada Kamis (7/9).
Wang Wenbin menegaskan Beijing bekerja sama untuk mengonsolidasikan fondasi perdamaian dan stabilitas wilayah. Tiongkok tidak ingin ikut campur terhadap upaya perdamaian di Asia Tenggara.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
