Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juli 2021 | 21.09 WIB

Cakupan Vaksinasi Bali Paling Tinggi

TERUS BERJALAN: Vaksinator menyuntikkan vaksin Sinovac kepada peserta di Sentra Vaksinasi Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, kemarin. (HENDRA EKA/JAWA POS) - Image

TERUS BERJALAN: Vaksinator menyuntikkan vaksin Sinovac kepada peserta di Sentra Vaksinasi Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, kemarin. (HENDRA EKA/JAWA POS)

JawaPos.com - Hingga kemarin (22/7) secara nasional, 16.896.200 orang telah komplet menerima dua dosis vaksin Covid-19. Sementara itu, 43.155.795 orang sudah divaksin tahap pertama. Bali menempati urutan terbanyak dalam cakupan vaksinasi, yakni mencapai 85,96 persen penduduk.

Juru Bicara Kemenkes terkait Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengapresiasi angka cakupan vaksinasi Covid-19 Provinsi Bali yang cukup tinggi.

Menurut dia, itu disebabkan keinginan masyarakat untuk segera mengembalikan kondisi pariwisata Bali. ’’Penerimaan masyarakat terhadap vaksin cukup tinggi,” ujarnya. Tokoh masyarakat pun, lanjut dia, mempersuasi vaksinasi di Pulau Dewata dengan baik.

Selain Bali, DKI Jakarta dan Kepulauan Riau juga memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi. DKI Jakarta mencapai 79,15 persen dan Kepulauan Riau 61,44 persen.

Nadia menjelaskan, 50 persen stok vaksin Covid-19 memang didistribusikan di Jawa dan Bali. Itu terkait jumlah kasus yang tinggi di dua pulau tersebut.

Radar Bali melaporkan, cakupan vaksinasi yang tinggi di Bali tidak terlepas dari upaya yang dilakukan pemerintah setempat meski ada penolakan terhadap vaksin. Di Jembrana misalnya. Kemarin dilakukan operasi tim yustisi di depan Kodim 1617 Jembrana, Jalan Ngurah Rai, Kota Negara. Warga menolak vaksinasi Covid-19 dengan berbagai alasan. Namun, setelah diberi penjelasan, mereka akhirnya bersedia divaksin.

Dalam operasi yustisi tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, dan Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna turun langsung. Lima orang dari total 35 warga yang terjaring operasi menolak divaksin. ’’Banyak alasan menolak vaksin. Salah satunya karena pengaruh isu hoax mengenai vaksin. Setelah edukasi, akhirnya mengikuti vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata.

Bupati I Nengah Tamba menyatakan, saat ini vaksinasi menjadi perhatian utama pemerintah. Karena itu, sidak dan operasi dilakukan di beberapa lokasi. ’’Bagi masyarakat yang tidak bisa menunjukkan keterangan sudah divaksin, kami sediakan fasilitas vaksin dan langsung dilayani vaksinasi di tempat,” ujarnya.

Sementara itu, kemarin Indonesia kembali menerima 8 juta bahan baku vaksin dari Sinovac. Itu merupakan kedatangan ke-29. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan tersebut mengajak tokoh dan lembaga keagamaan untuk menyukseskan vaksinasi.

Baca juga: BOR dan Vaksinasi Jadi PR di Jatim, Gubernur Khofifah Minta Maaf

Kedatangan vaksin tahap ke-29 itu akan mendorong percepatan vaksinasi secara nasional. Sebab, pemerintah sudah menargetkan program vaksinasi sebanyak dua juta orang setiap hari pada Agustus mendatang. ’’Meski program vaksinasi telah dijalankan, kita masih harus tetap patuh menerapkan protokol kesehatan,’’ katanya.

Di sisi lain, TNI-Polri terus gencar dengan program serbuan vaksinasi. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, di Jakarta pihaknya mendorong supaya target 70 persen masyarakat divaksin sebelum 17 Agustus tahun ini tercapai. ”TNI melakukan jemput bola untuk mengejar target 70 persen vaksinasi di wilayah Jakarta,” ungkap dia saat bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau serbuan vaksinasi di tiga titik di ibu kota.

Serbuan vaksinasi, antara lain, menyasar daerah dengan persentase vaksinasi masih rendah. ”Terutama adalah wilayah pinggiran Jakarta,” terang dia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore