Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Oktober 2022 | 05.33 WIB

Kasatgas Covid-19 Imbau Masyarakat Cegah Varian XBB

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto mengimbau agar masyarakat mencegah penyebaran Covid-19 varian XBB subvarian dari Omicron dengan tetap taat protokol kesehatan, serta berhati-hati meskipun berada di ruangan terbuka, dikutip dari ANTARA.

"Dalam kesempatan baik ini, saya mengimbau bapak ibu tetap hati-hati waspada, di tempat terbuka sudah boleh tidak pakai masker, tapi di ruang tertutup pakai masker, sakit batuk pilek pakai masker," ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan disamping bencana alam, ada bencana non alam yang ditangani oleh BNPB selaku Satgas Covid-19 nasional selama dua tahun terakhir.

"Indonesia termasuk negara terbaik dalam menangani pandemi Covid-19 dan hampir saja di akhir bulan akan diumumkan penghentian PPKM. Tapi ternyata muncul virus varian XBB subvarian dari Omicron, mengakibatkan lonjakan kasus baru," ujarnya.

Untuk itu, Suharyanto mengimbau kepada masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengantisipasi penyebaran varian virus XBB, yang mana pandemi saat ini belum dinyatakan hilang dari Indonesia.

3 Gejala Varian XBB


Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan subvarian ini cepat menular dan sudah terjadi di 24 negara. Setiap varian baru, katanya, idealnya selalu lebih cepat menular namum untungnya fatalitasnya tak parah dibanding Omicron.

"Cepat menular. Hanya saja tingkat fatalitas dan angka masuk RS tak tinggi," kata Syahril kepada wartawan secara virtual, Kamis (27/10).

Syahril mengutip berbagai penelitian dan literatur bahwa XBB merupakan subvarian yang paling mampu lolos dari antibodi atau vaksin (immune escape). Maka dari itu, kata dia, penting untuk segera booster sebagai tameng perlindungan.

"Subvarian ini memiliki daya imune escape yang lebih tinggi. Bisa hindari antibodi yang ada. Dengan booster bisa jadi tameng berikutnya tingkatkan antibodi agar lebih mengenali subvarian baru. Lebih punya kekuatan dan tak sakit berat," jelas Syahril.

Gejala yang paling khas ada 3 hal yang dirasakan. Yaitu batuk, pilek, dan demam.

"Covid itu selalu terjadi mutasi ya, walaupun penularannya lebih cepat tetapi lonjakan masuk RS tetap rendah. Gejala yang disebabkan hampir sama ya yaitu batuk pilek demam," katanya.

Gejala itu juga dialami oleh 4 orang yang terinfeksi varian XBB di tanah air. Kini keempatnya sudah sembuh.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore