
Photo
JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetepakan varian Omicron sebagai Variant Of Concern (VOC). Omicron dikategorikan sebagai VOC karena memiliki daya tular yang cepat dan menyebar ke seluruh negara.
Apalagi belakangan ini, sejumlah negara mulai melaporkan kasus kematian karena Omicron termasuk Indonesia. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menegaskan agar masyarakat tidak memandang remeh varian ini
“Omicron memang lebih ringan daripada Delta, tapi bisa mematikan, bisa sangat serius. Narasi meremehkan akan berbahaya. Dia bisa menyebar bahkan dua kali lebih cepat daripada Delta,” tegas Dicky kepada JawaPos.com, Senin (24/1).
Menurut Dicky, VOC menjadi indikator bahwa sebuah varian bisa memperburuk situasi pandemi dan bisa menyebabkan kematian. “VOC itu berbahaya, serius dampaknya, ada potensi menyebabkan kematian, atau keparahan masuk rumah sakit. Setiap VOC itu punya kelebihan masing-masing atau daya rusak masing-masing,” katanya.
Dicky menegaskan saat bicara kematian karena Omicron, maka tak ada bedanya dengan varian Delta, Alfa, atau virus asli saat di Wuhan, Tiongkok.
“Mereka yang punya komorbid, kategori lansia, dan belum divaksin lebih mungkin mengalami fatalitas atau meninggal. Ini baru kita lihat di Indonesia terjadi pada lansia, kalau tak cepat melakukan mitigasi, kematian pada anak bisa muncul. Seperti juga terjadi di negara lain,” kata Dicky.
“Saat ini, masih ada kurang lebih ya 40 persen populasi di Indonesia yang masih rawan karena belum divaksin. Ini bicara vaksin 2 dosis lho ya,” tambahnya.
Ia melanjutkan, cakupan vaksinasi pada lansia pun masih 50 persen, sehingga belum seluruhnya aman. Apalagi jika bicara booster, masih sangat minim.
“Kalau tidak segera booster, mereka akan jadi korban. Anak-anak juga akan jadi korban, banyak yang belum divaksin penuh, termasuk lindungi anak-anak di bawah 6 tahun maka orang dewasanya harus divaksin,” kata Dicky.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
