
Petugas memberikan makan untuk anjing di lokasi penampungan anjing peliharaan di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2020). Mewabahnya virus Corona (COVID-19) tidak hanya berdampak pada segi kesehatan, namun juga berimbas pada pena
JawaPos.com - Animal Defenders Indonesia memutuskan membuat laporan polisi ke Polres Lombok Tengah terkait penemuan kematian anjing secara tidak wajar di sekitar sirkuit Internasional Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Laporan tersebut meminta agar kasus kematian anjing tak wajar diusut tuntas.
"Animal Defenders bersama Lombok Animal Rescue didampingi kuasa hukun kami sudah mengadukan yang terjadi di sekitar Sirkuit Mandalika, atas ditemukannya beberapa anjing mati tidak wajar, salah satunya dibacok," kata Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru melalui akun Instagram resminya, Selasa (11/1).
Doni menjelaskan, dalam upaya pengendalian hewan liar, tidak boleh diberantas dengan cara sadis. Terdapat ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Agar dinas-dinas terkait tidak menggunakan cara yang biadab, agar mengikuti peraturan yang ada. Peraturan pemerintah tentang kesrawan (kesejahteraan hewan) ini tidak pernah menyebutkan pemberantasan dengan dibunuh," kata Doni.
"Perlu diingat peraturan yang lebih kecil tidak bisa mengangkangi peraturan yang lebih tinggi," imbuhnya.
Sebelumnya, kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat belakangan dihebohkan dengan ditemukannya mayat-mayat anjing liar. Berdasarkan hasil visum uji Laboratorium Forensik Universitas Airlangga, anjing-anjing malang tersebut rupanya tewas disiksa.
Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona menambahkan bahwa setelah pihaknya membawa dua bangkai anjing di Mandalika ke Laboratorium Forensik Universitas Airlangga, mereka menemukan hasil yang mengejutkan.
“Ternyata salah satu bangkai anjing tersebut, mati dengan cara dihantam benda tajam pada rahang atas dan jeratan tali pada kaki depan. Bangkai yang satu lagi sudah terlalu hancur dan tidak bisa ditemukan penyebab kematiannya,” lanjutnya.
Doni pun menduga bahwa kematian anjing-anjing tersebut ada kaitannya dengan upaya mensterilkan area Sirkuit Mandalika yang kini sudah resmi menjadi gelanggang balap internasional. Terlepas apapun tujuannya Doni tetap menggarisbawahi bahwa hal ini adalah tindakan yang sangat keji.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
