
TUNGGU PEMERINTAH LAGI: Sejumlah pengunjung antre di loket pembelian tiket bioskop di sebuah mal saat dibuka sementara April lalu. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com – Dokter spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Jeffri Aloys Gunawan SpPD mengungkapkan sejumlah tantangan dunia medis saat pandemi Covid-19. Diantaranya adalah antrian konsultasi dengan dokter yang membludak. Sehingga menimbulkan resiko penularan Covid-19.
Dokter yang akrab disapa Jeff itu mengatakan antrian tidak hanya pasien yang ingin berkonsultasi dengan dokter saja. Tetapi juga antrian pasien yang melakukan terapi dan pengambilan obat rujukan dari dokter. "Ada saja pasien yang harus mengantre panjang untuk CT Scan karena keterabatasn biaya," katanya Sabtu (23/10). Bahkan ada juga yang bolak balik ke rumah sakit untuk mengambil obat.
Padahal menurut dia dengan bolak balik ke rumah sakit di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, bisa menyebabkan seseorang kelelahan dan imunitasnya turun. Kemudian mereka berpotensi terinfeksi Covid-19. Antrian pelayanan medis di tengah pandemi itu mencerminkan pelayanan kesehatan di Indonesia masih terdapat kekurangan secara kuantitas.
Menurut dia menghadapi tantangan dunia medis di tengah pandemi itu, dibutuhkan lompatan teknologi. Sehingga bisa memberikan kemudahan akses layanan fasilitas kesehatan untuk masyarakat.
"Terutama di masa-masa pandemi seperti ini," jelasnya. Diantara lompatan teknologi yang memiliki peran di dunia medis saat ini adalah telemedicine atau telekonsultasi.
Evan Tanotogono selaku CEO dan Co-Founder startup health insurtech Rey mengatakan keterbatasan masyarakat mengakses fasilitas layanan kesehatan menghadirkan solusi layanan telekonsultasi. Menurut dia di masa pandemi seperti sekarang ini, semakin banyak masyarakat atau pasien yang memanfaatkan layanan telekonsultasi.
"Kehadiran fitur telekonsultasi telah mempermudah pasien mengakses layanan kesehatan dan tidak lagi khawatir akan resiko penularan Covid-19," jelasnya.
Dia mengatakan dalam menjalankan layanan telekonsultasi, pelayanan dari tenaga dokter harus akurat. Evan menyadari masih ada keraguan di masyarakat atas keakuratan diagnosis dari dokter lewat layanan telekonsultasi. Sebab biasanya pasien diperiksa secara fisik.
Dia mengatakan untuk meningkatkan keakuratan hasil diagnosis, mereka menggunakan kecerdasan buatan. Kemampuan ini bisa menghadirkan layanan self diagnostics. Evan mengatakan self diagnostics ini sebagai diagnosa awal untuk mendapatkan diagnosa lanjutan dari dokter.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
