
Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari pe
JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan dalam rapat kerja dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (14/7) tentang pentingnya menyiapkan fasilitas kesehatan untuk orang-orang yang terpapar Covid-19.
Saleh menjelaskan bahwa ada dua orang sepupu isterinya meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka tinggal di Bekasi dan di Bengkulu. Bahkan sepupu isterinya meninggal karena tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit dan ICU. "Saya menyebut bahwa saya sempat menghubungi RSPI Sulianti Saroso. Karena masih dalan antrean, akhirnya terlambat dan tidak tertolong," ujar Saleh kepada wartawan, Rabu (14/7).
Ketika menceritakan hal itu, Saleh juga menjelaskan kejadian yang dihadapi oleh koleganya sesama kader Partai Amanat Nasional (PAN) John Siffin Mirin yang meninggal karena terlambat juga dibawa ke ICU.
Saleh menambahkan bahwa ada temannya, kader PAN Rosaline Rumaseuw yang sangat terpukul karena kejadian itu. Hingga dia secara emosional mengusulkan pejabat pemerintah harus diistimewakan dalam penanganan Covid. "Tapi saya menyebut di dalam rapat tersebut bahwa apa yang disampaikan Bu Rosaline sangat emosional dan dalam situasi duka. Itu disampaikan bukan dari hatinya," katanya.
Dalam konteks ini, Saleh meluruskan bahwa apa yang saya sampaikan di rapat tidak ada maksud untuk melebih-lebihkan para pejabat ataupun anggota DPR. Apa yang dirinya sampaikan adalah bagaimana agar pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk merawat seluruh pasien Covid-19 tanpa terkecuali dan tanpa membedakan kelas sosial. "Saya mengikuti rapat tersebut sampai selesai. Saya ikut memastikan agar usulan soal penyediaan fasilitas kesehatan, alat-alat kesehatan, terutama ICU dan obat-obatan," katanya.
Dengan begitu, tidak ada niat dan arah dari pembicaraan di dalam rapat dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk membeda-bedakan masyarakat. "Saya justru selama ini memperjuangkan agar pelayanan kesehatan dapat dengan mudah diakses masyarakat. Semua orang sama haknya dalam bidang pelayanan kesehatan. Itu adalah amanat konstitusi yang harus dijaga," katanya. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
