Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Mei 2021 | 03.37 WIB

Waspada Mudik Gelombang Kedua

Sejumlah warga berziarah di pemakaman khusus COVID-19 TPU Srengseng Sawah 2, Jakarta Selatan, Rabu (19/5/2021).  Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan persentase angka kematian Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan. Berdasarkan da - Image

Sejumlah warga berziarah di pemakaman khusus COVID-19 TPU Srengseng Sawah 2, Jakarta Selatan, Rabu (19/5/2021). Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan persentase angka kematian Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan. Berdasarkan da

JawaPos.com – Pemerintah memperkirakan mobilitas masyarakat masih akan berlangsung meskipun periode libur Idul Fitri 1442 H sudah berlalu. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, dengan berakhirnya larangan mudik, terdapat potensi terjadinya mudik gelombang kedua. Masih ada sebagian besar warga yang berpotensi melakukan perjalanan tersebut.

”Diimbau kepada seluruh daerah untuk memperhitungkan risiko yang terjadi akibat mobilisasi warga yang besar. Khususnya bagi daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan,” kata Doni saat meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran kemarin (20/5).

Berkaca dari tahun sebelumnya, angka kasus Covid-19 mengalami kenaikan yang cukup signifikan setelah libur Lebaran. Secara resmi pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik. Namun, masih ada yang nekat pulang kampung.

Tren kenaikan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit (RS) akan bertambah setiap akhir libur Lebaran. Ketika pasien di RS bertambah, akan diikuti angka kematian yang cukup tinggi. Hal itu berdampak kepada tenaga kesehatan (nakes) dan dokter yang merawat pasien Covid-19.

Doni menyampaikan, diperlukan kerja keras untuk mengurangi pasien yang dirawat. Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan dan karantina mandiri selama 5 x 24 jam bagi mereka yang melakukan perjalanan. ”Kita semua harus bekerja keras untuk mengurangi jumlah pasien yang dirawat,” tuturnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, meskipun larangan mudik sudah berakhir, masih ada masa pengetatan perjalanan. Beberapa syarat seperti tes antigen maupun GeNose tetap dibutuhkan untuk syarat perjalanan. ”Untuk yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa, hanya diperbolehkan tes antigen saja. Tidak tersedia GeNose,” katanya.

Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto menjelaskan, pihaknya telah memantau tujuh titik penyekatan di Sumatera. Terdeteksi setidaknya ada 5.200 pemudik arus balik. ”Diharapkan masyarakat yakin bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan surat bebas Covid-19,” ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Lebaran, Doni Tinjau RSD Wisma Atlet

Dalam penyekatan tersebut, petugas melakukan tes antigen secara random. Hasilnya, hingga Rabu (19/5) terdapat 67 orang yang reaktif Covid-19. ”Tes antigen secara random harus terus dilakukan,” katanya dalam keterangan tertulis. Dengan adanya surat bebas Covid-19 dan tes antigen secara random, diharapkan masyarakat yang menyeberang ke Pulau Jawa bebas Covid-19. ”Semoga yang reaktif tes antigen terus berkurang juga,” harapnya.

Imam menambahkan, volume kendaraan di jalan tol trans-Sumatera cukup ramai. Karena itu, diprediksi ada ribuan orang yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni. ”Diharapkan, bisa kita pecah konsentrasinya di Lampung,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore