
PERSIAPAN TATAP MUKA: Vaksinasi Covid-19 kepada tenaga pendidik di SMP Negeri 11 Depok, Jawa Barat, kemarin (20/5). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
JawaPos.com – Sekolah tatap muka direncanakan dimulai Juli setelah target vaksinasi Covid-19 terhadap 5 juta guru, dosen, dan tenaga kependidikan rampung pada Juni. Sayangnya, sebulan menjelang batas waktu tersebut, jumlah yang divaksin masih rendah.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan, dari jumlah target guru, dosen, dan tenaga kependidikan peserta vaksinasi, saat ini baru 23 persen yang sudah divaksin Covid-19. Pemerintah terus berupaya mengejar cakupan vaksinasi agar bisa sesuai dengan target. ”Itu adalah suatu target. Kalau target itu tidak tercapai semuanya, ya kita harus terus mengejar secepatnya,” ujarnya saat ditemui setelah pelaksanaan vaksinasi bagi pekerja seni di kantor Kemendikbudristek kemarin (20/5).
Dia mengakui, ada beberapa faktor yang mengakibatkan vaksinasi kepada guru, dosen, dan tenaga kependidikan terhambat. Salah satunya, suplai vaksin Covid-19. Baik itu karena impor yang tertahan maupun negara-negara menghentikan ekspor vaksin ke luar negeri. ”Itu juga jadi kendala bagi vaksinasi guru. Tapi, guru tetap menjadi prioritas kita,” ungkapnya.
Nadiem kembali menekankan, ketika guru sudah divaksin Covid-19, sekolah wajib memberikan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) kepada siswa. Tentu kondisi Covid-19 di wilayah sekolah tersebut harus tetap dimonitor. Bila kasus tinggi sehingga area itu harus melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sekolah juga harus menghentikan PTM.
Baca juga: Vaksinasi Guru Saja Tak Cukup untuk Buka Sekolah
Saat ini sekitar 20 persen sekolah sudah melakukan PTM secara periodik dengan terbatas. Sebab, pembukaan sekolah itu sejatinya bukan hal baru. Sejak Januari 2021, pemerintah daerah (pemda) diberi kebebasan untuk menentukan sekolah mana saja yang bisa menyelenggarakan PTM. Yang jelas, harus sesuai dengan kondisi Covid-19 di wilayahnya dan wajib memenuhi daftar periksa yang ditentukan Kemendikbudristek. ”Ada yang dua kali seminggu, tiga kali seminggu, dan lainnya,” terang dia.
Sebelumnya, Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim meminta guru dan tenaga kependidikan mendapat vaksin lengkap sebelum kembali mengajar di sekolah. Selain itu, dia meminta pemerintah daerah betul-betul memastikan daftar periksa sekolah yang akan melaksanakan PTM telah terpenuhi.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
