
Presiden ACT Ibnu Khajar dalam peluncuran Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan, Kamis (6/8). (Istimewa)
JawaPos.com - Ketahanan pangan menjadi isu serius di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Pasalnya, krisis ini telah membuat banyak orang terpaksa diberhentikan bekerja dan pemerintah pun dalam membantu masyarakat, telah mengirimkan berbagai bantuan sosial pangan.
Tantangan kebutuhan pangan ini pun dijawab oleh Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang telah meluncurkan program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI) yang memberdayakan petani lokal. Para petani akan dimodali, kemudian haisl panen akan kembali dibeli ACT dengan harga terbaik.
Dewan Pembina ACT, Ahyudin mengatakan program MPPI ini disambut baik oleh Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gerakan Masyarakat Pesantren untuk Ketahanan Pangan Indonesia (Gema Petani) untuk melakukan kerja sama bersama ACT.
"Kerja sama ini rencananya akan membantu penggarapan lahan sekitar 1.500 petani di lahan seluas 500 hektar di Jawa Timur. Jadi lnsyaAllah, Global Wakaf - ACT bersama dengan YP3I dan Gema Petani proyek pertama 500 hektare sawah padi. Program kerja sama ini didanai seluruhnya oleh wakaf," ujarnya dalam diskusi Wakaf, Energi Kedaulatan Pangan Bangsa, Kamis (29/10).
Nantinya, padi dari lrogram pangan yang dimodali wakaf ini akan dimasukkan ke Lumbung Beras Wakaf untuk digiling. Hasilnya nanti akan didistribusikan kepada masyarakat, termasuk petani yang belum sejahtera.
Ahyudin juga menjelaskan bahwa era peradaban itu telah terjadi sejak fase Islam berkembarg di Madinah. Pada masa itu, masyarakat diberdayakan secara ekonomi dan sosial melalui wakaf hingga mendapatkan kedaulatan yang paripurna. Sehingga apabila dikelola dengan baik, wakaf akan menciptakan peradaban yang tinggi dan baik pula di masa sekarang.
”Wakaf bisa mendorong manusia untuk saling mandiri, memberi, dan mencontoh keteladanan umat terdahulu dalam bermasyarakat dan bernegara. Mari gerakkan wakaf dan kita perjuangkan kedaulatan pangan umat," tambahnya.
Pimpinan YP3I dan Gema Petani Mahfudz Syaubari menyambut positif adanya kolaborasi ini. Dia berharap kolaborasi ini bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
"Alhamdulillah kita sebagai tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Riyadhlul Jannah. sangat bersyukur menjadi bagian kerja sama ini. Mudah-mudahan kehadiran Global Wakaf ACT dengan YP3I ini bisa membantu menangani dan memberi solusi kepada umat khususnya di bidang ketahanan pangan," ungkapnya.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi perwujudan nyata dari gerakan 'Bangkit Bangsaku‘ di mana semangat kegotong-royongan dan optimisme menjadi bahan bakar dalam menjaIani masa darurat akibat pandemi Covid-19.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=2_UFnK5sEZY

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
