
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito - (Dok Satgas Covid-19)
JawaPos.com - Satgas Penanganan Covid-19 mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan hal-hal sederhana dalam mencegah penularan Covid-19. Hal sederhana itu ialah protokol kesehatan 3M, antara lain memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.
"Karena, dengan mencegah penularan, maka peningkatan kasus Covid-19 dapat ditekan. Dengan menurunnya jumlah kasus, maka tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit dapat diantisipasi," kata juru bicara satgas penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Selasa (19/1).
Wiku menyampaikan, masyarakat dapat melindungi sahabat, serta keluarga hanya dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
"Mengapa hal-hal sederhana ini tidak anda jalankan? Pertanyaan ini wajib kita tanyakan kepada diri masing-masing, apakah protokol kesehatan memang lebih sulit dibandingkan dengan kehilangan orang yang kita kasihi untuk selama-lamanya. Saya rasa jawabannya pasti tidak," ucap Wiku.
Pernyataan Wiku menyikapi perkembangan kasus Covid-19 dalam satu minggu terakhir ini cukup berat. Dimana kasus harian berada pada angka 9 ribu, hingga melebihi dari 10 ribu per harinya. Karena hal ini berimbas negatif pada efektivitas penanganan Covid-19. Dengan meningkatnya keterisian rumah sakit, akan menambah beban para petugas kesehatan.
Peningkatan kasus juga berdampak buruk pada keseluruhan penanganan di rumah sakit. Menurut Wiku apabila kasus Covid-19 terus meningkat, menyebabkan rumah sakit penuh, maka sangat berpotensi menaikkan angka kematian akibat Covid-19.
"Sistem kesehatan kita akan lumpuh. Apabila sistem kesehatan kita lumpuh, hal ini tidak hanya merugikan penderita Covid-19 semata. Namun juga masyarakat umum yang membutuhkan perawatan akibat penyakit lain selain Covid-19. Utamanya mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang esensial seperti penderita penyakit paru dan jantung," ujar Wiku.
Jika rumah sakit di Indonesia tidak dapat menangani hal itu, sambung Wiku, maka angka kematian di Indonesia bisa meningkat bukan semata-mata karena Covid-19. Namun juga karena penyakit lain yang tak bisa ditangani akibat penuhnya rumah sakit.
"Saya ingin sekali lagi mengingatkan, kepada masyarakat dan pemerintah daerah, terutama yang masih meremehkan Covid-19. Jangan sampai kita menjadi abai, dan menganggap kasus Covid-19 yang disampaikan ini hanya sekedar angka. Ingatlah, bahwa angka-angka ini merepresentasikan nyawa," tandas Wiku.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/gtUBhv_kmoA

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
