
Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap mengatakan, setelah tidak lagi bertugas di KPK, dirinya disibukkan dengan berbagai aktivitas menjadi pembicara antikorupsi di berbagai media massa hingga kanal Youtube. Hal ini semata untuk membantu negara dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi.
"Sepertinya saat ini jadi influencer antikorupsi jadi jalan hidup saya setelah nggak jadi penyidik KPK," kata Yudi dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Senin (18/10).
Yudi bersama 56 pegawai KPK lainnya dihentikan dengan hormat pada 30 September 2021 lalu. Mereka disingkirkan dari KPK dengan dalih tidak memenuhi asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK), yang menjadi syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut Yudi, pengalamannya sebagai penyidik KPK bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat terkait kejahatan korupsi. Sehingga hal ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.
"Sumbangsih apa bagi negeri yang bisa saya berikan untuk negeri sebagai influencer? Pengalaman sebagai pegawai, penyidik dan Ketua WP KPK, ilmu yang saya punya mulai dari hukum tindak pidana korupsi, investigasi, intelijen hingga penanaman nilai-nilai integritas dan keberanian," papar Yudi.
Terlebih masing-masing mantan pegawai KPK sudah memilih jalan hidupnya masing-masing setelah tidak lagi bertugas di lembaga antirasuah. Lantas, Yudi pun kini mengaku banyak menjadi pembicara di media massa, Instagram, hingga kanal Youtube untuk membicarakan isu-isu antikorupsi.
"Untuk sarananya, salah satu konsep saya ngisi podcast, Instagram atau chanel Youtube milik orang/media massa serta mengisi acara webinar, seminar/pelatihan agar semakin banyak orang terlibat aktif untuk mau menyuarakan antikorupsi dan mempengaruhi lingkungannya untuk tidak korup," harap Yudi.
Dia lantas memberikan contoh, Youtuber dan Gamer bisa menampilkan nilai-nilai antikorupsi ketika membahas tentang game online. Seperti nilai kejujuran untuk tidak berlaku curang ketika bermain, atau nilai-nilai lainnya berupa disiplin waktu dan tanggung jawab belajar serta sekolah demi masa depan.
"Youtuber atau selebgram, sebagai tanggung jawab moral bagi negeri, bisa kok mereka dalam pembuatan konten mengajarkan nilai antikorupsi misal, tentang kejujuran, keadilan atau adanya himbauan jangan korupsi pada pejabat karena bisa berdampak pada kesengsaraan rakyat," ungkap Yudi.
Oleh karena itu, Yudi mengakui kini merupakan saatnya untuk mengaplikasikan langsung kepada masyarakat terkait pengalamannya dalam menggaungkan nilai-nilai antikorupsi. Dia pun berencana ingin membuat komunitas antikorupsi.
'Karena pernah mendapatkan pelatihan comunity development dan sekarang mungkin saatnya mengaplikasikannya, salah satunya ide membuat komunitas antikorupsi sebagai gerakan moral menjaga asa pemberantasan korupsi namun tanpa pengurus, struktur atau keanggotaan, egaliter semua," pungkas Yudi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
