
Platform berbagi video, YouTube. (ViralSolutions)
JawaPos.com - Pada era yang serba digital seperti sekarang ini, batasan antara kreator konten dengan pemirsa mereka memang hampir tidak ada. Dua arah, proses komunikasi bisa lebih cepat tersalurkan satu dengan yang lain termasuk memberikan atau menanggapi komentar di platform tertentu, misalnya YouTube.
Sayangnya, batasan yang hampir hilang itu tidak dibarengi dengan literasi digital yang baik oleh khalayak. Tak jarang, kita menemukan komentar-komentar pedas, cenderung menjatuhkan atau bernada bullying dan ancaman di platform-platform berbasis User Generated Content (UGC) seperti media sosial dan aplikasi berbagi video lainnya.
Ambil contoh di YouTube, di platform ini kita bisa dengan mudah menemukan kolom komentar dipenuhi komen-komen pedas netizen jika konten yang disajikan tidak mereka sukai. Hal ini jelas membuat kreator sekaligus pemilik kanal atau admin yang biasa disebut mimin menjadi kesal.
YouTube sendiri sebenarnya sudah punya berbagai tools untuk mengangani komentar-komentar spam dan menghapusnya secara otomatis. Belum lama ini Juru Bicara YouTube Ivi Choi, dikutip dari The Verge juga menyatakan bahwa mereka menggunakan machine learning dan peninjau manusia untuk menghapus lebih dari 950 juta komentar yang melanggar kebijakan terkait spam, misleading, dan penipuan pada kuartal IV 2021.
Namun, sistem yang dimiliki YouTube tampaknya belum cukup efektif menangani komentar spam yang bertebaran. Terlihat cukup paham dengan masalah ini, YouTube tampaknya sedang mempersiapkan solusi baru.
Marques Brownlee, YouTuber teknologi terkenal dunia baru-baru ini mengunggah tentang fitur moderasi eksperimental baru yang bertujuan memperketat komentar di YouTube. Dalam hal ini, komentar yang berpotensi tidak pantas secara otomatis bakal ditahan dan ditinjau sebelum ditampilkan.
YouTube sendiri juga dikatakan mulai menguji fitur yang disempurnakan ini pada Desember 2021. Juru bicara YouTube Mariana De Felice mengatakan, perusahaan pertama kali meluncurkan fitur ini pada 2016 lalu.
Fitur tersebut adalah kemampuan menahan komentar yang kemungkinan tidak pantas untuk ditinjau kemudian. YouTube sendiri tampaknya memiliki perhatian besar pada masalah komentar spam ini dan ke depan, dengan aturan yang diperketat, diharapkan hal ini dapat membuat mimin bisa lebih galak dalam menangkal komen pedas netizen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
