Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Juli 2021 | 00.45 WIB

Wapres Sebut Penerapan Digitalisasi Pelayanan Publik Sudah Mendesak

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin. (Istimewa). - Image

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin. (Istimewa).

JawaPos.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin selaku Ketua Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional menekankan pentingnya penyederhanaan birokrasi. Selain itu dia menekankan pentingnya digitalisasi pelayanan publik.

Ma’ruf menjelaskan salah satu program reformasi birokrasi adalah percepatan digitalisasi pemerintahan. Untuk mewujudkannya perlu penataan proses bisnis yang tematik. ’’Saat ini yang mendesak adalah percepatan digitalisasi pelayanan publik,’’ kata Ma’ruf dalam keterangan resminya Sabtu (17/7).

Dia mengatakan digitalisasi pelayanan publik perlu menyentuh sejumlah aspek. Seperti perizinan, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sampai urusan bantuan sosial. Khusus untuk urusan UMKM, adanya digitalisasi pelayanan diharapkan bisa membantu pelaku UMKM menjadi semakin berkembang.

Sementara itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyampaikan transformasi digital saat ini sudah diterapkan oleh berbagai pelaku UMKM. Data dari Kementerian Kominfo menyebutkan ada sekitar enam juta UMKM yang sudah berpindah atau memanfaatkan ruang digital untuk menjalankan bisnisnya.

UMKM yang memanfaatkan ruang digital tersebut memiliki banyak manfaat. ’’Sehingga mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pasar,’’ kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo Septriana Tangkary dalam webinar DigiTalk bertema Strategi Membangun Brand di Era Digital.

Dia menyampaikan data terakhir pada Mei 2021 ada enam juta UMKM telah berpindah ke ruang digital. Septriana mengatakan migrasi ke ruang digital itu merupakan kolaborasi yang kuat dari semua pihak. Sehingga mampu melampaui target awal dua juta UMKM berpindah ke ruang digital.

Ekonom sekaligus Dias Satria mengatakan, UMKM yang ingin berpindah ke ruang digital maupun UMKM pada umumnya, harus memperhatikan brand. Menurut dia dalam membuat brand perlu memperhatikan be lean, be agile, dan be creative.

Dia menjelaskan be lean artinya mempercepat proses dan fokus pada yang disuka pelanggan. Kemudian be agile adalah adaptif terhadap kondisi. Lalu be creative maksudnya terus belajar untuk mengembangkan produk.

’’Satu-satunya cara untuk menang adalah belajar cepat untuk mengetahui customer maunya apa,’’ jelasnya. Kemudian pelaku UMKM juga harus terus mencari inspirasi yang mereka suka, evaluasi keinginan pelanggan, mendekati pelanggan untuk jadi tempat penelitian dan pengembangan produk.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore