Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Februari 2022 | 23.32 WIB

Jokowi Berpesan Tak Berkiblat pada Clickbait

Presiden Jokowi saat melantik Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11). (SETPRES) - Image

Presiden Jokowi saat melantik Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11). (SETPRES)

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki harapan media arus utama mampu beradaptasi di tengah berbagai tekanan. Media harus secepatnya bertransformasi dan memiliki banyak inovasi.

Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, kemarin (9/2), presiden menyatakan, saat ini muncul sumber-sumber informasi alternatif dan tren informasi yang semata mengejar jumlah klik atau views. Tidak jarang itu mengejar viral dan mengakibatkan perpecahan. ”Pers Indonesia harus mampu memperbaiki kelemahan sambil melanjutkan agenda-agenda besar bangsa,” ujar Jokowi dalam sambutan secara daring.

Presiden meminta media arus utama bisa membanjiri masyarakat dengan berita-berita yang mencerdaskan dan berkualitas. Kepercayaan dan integritas dijadikan sebagai modal bagi media arus utama untuk merebut peluang. ”Mempercepat transformasi digital untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik berkualitas, lebih cepat, dan tetap akurat,” tutur Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga menyebutkan bahwa ekosistem industri pers harus terus ditata. Hal itu demi kedaulatan informasi. Komunitas pers nasional, menurut Jokowi, harus mengendalikan jurnalisme clickbait. Itu banyak terjadi pada media online. ”Pers harus memperbaiki kualitas pemberitaannya,” ucap presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap masukan dari para insan pers.

Ketua PWI Pusat Atal S. Depari mengungkapkan, Indonesia merupakan tambang emas untuk kekuatan digital global sehingga diperebutkan.

Menurut Atal, harus dibangun kemandirian kedaulatan digital. Harus ada regulasi yang berupa publisher right atau regulasi hak cipta jurnalistik.

Ketua Dewan Pers M. Nuh menyatakan, pers merupakan saudara kandung legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Kesatuan empat pilar tersebut, menurut dia, akan membangun Indonesia. ”Salah satu permasalahan dunia pers adalah gempuran digital,” ingatnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore