
SIMBOLIS: Dokter pribadi keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan, menyampaikan hibah ke Kapolda Sumsel Irjen Indra Heri. (DIVHUMAS FOR JAWA POS)
JawaPos.com – Hari ini semestinya dana bantuan penanganan Covid-19 dari Akidi Tio (almarhum) dan keluarga senilai Rp 2 triliun akan mulai dicairkan. Tapi, tanda tanya masih menggelayut terkait rencana tersebut.
Seperti dilansir Sumatera Ekspres, belakangan malah muncul kabar tak sedap terkait Heryanti, putri Akidi, yang menjadi salah satu perwakilan keluarga saat penyerahan secara simbolis bantuan itu.
Heryanti dikabarkan justru terlibat utang senilai Rp 3 miliar kepada seseorang yang menyebut dirinya ”Si Cantik dari Palembang”. Tapi, Heryanti belum bisa dimintai konfirmasinya mengenai klaim tersebut.
Selain itu, penelusuran Sumatera Ekspres, sejumlah pengusaha besar dan tokoh Tionghoa Sumatera Selatan (Sumsel) mengaku tak kenal siapa Akidi. ”Saya pribadi tidak mengenal dan baru mengetahui ada nama Akidi Tio. Namanya tidak terdengar,” kata Halim Sutanto, pengusaha kapal angkutan barang, kontraktor, dan SPBU.
Pengusaha lain Ko Alam juga tidak mengenal Akidi dan anaknya. Namun, dia mengakui, ada beberapa kerabatnya yang tahu Akidi. ”Katanya, Akidi merupakan orang lama yang sering bolak-balik Palembang-Aceh. Dia sering mampir ke Kelenteng Dewi Kwan Im, 10 Ulu,” ujarnya.
Pada Senin (26/7) pekan lalu Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri MM menerima bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 dari Akidi Tio dan keluarga. Seremoni penyerahan berlangsung di Mapolda Sumsel. Turut hadir Gubernur Herman Deru. Juga perantara keluarga almarhum Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan. Heryanti dan kakak angkatnya, Harry, turut hadir pula. Ikut menyaksikan, para tokoh agama dan petinggi Polda Sumsel.
Kapolda langsung membentuk tim khusus (timsus). Awalnya dana dijanjikan cair Kamis (29/7). Saat itu Heryanti dibawa ke Polda Sumsel. Diajak ke salah satu bank untuk mengurus proses pencairan. Ternyata proses pencairan baru akan dilakukan Senin hari ini (2/8). Melalui cek BG (bilyet giro) Bank Mandiri. Dalam channel YouTube Helmy Yahya, Prof Hardi menegaskan bahwa uang bantuan sudah diserahkan. ”Sudah, sudah,” katanya.
Jawaban itu diungkapnya pada menit 26:53 dari 34:44 saat Helmy ingin memastikan (uang bantuan) sudah diserahkan ke Polda Sumsel atau belum. Sayangnya, tak ada penjelasan detail kapan pencairan, ditransfer ke rekening mana, bank apa, dan lainnya.
Sementara itu, Chandra Husin, pengusaha senior di Palembang, juga mengaku tidak mengenal sosok Akidi Tio. ”Saya juga marga Tio, tapi tidak kenal. Teman yang juga sama-sama marga Tio juga tidak mengenalnya,” terang dia.
Namun, Chandra menilai bisa saja orang tersebut tidak mau dikenal masyarakat secara luas. ”Namun, itu tadi, uang Rp 2 triliun bukan nilai yang kecil. Akan bermanfaat banyak bagi warga saat masa pandemi seperti sekarang,” tuturnya.
Akidi Tio, dari berbagai informasi yang dikumpulkan Sumatera Ekspres, punya pabrik limun di Aceh. Lalu membangun usaha pabrik kecap Apollo dan roti marie. Dia juga seorang kontraktor perkebunan dan masih banyak lainnya. Salah satu bisnis yang sekarang dikelola putranya adalah PT Cipta Futura (Cifu).
Namun, Ketua Kadin Palembang Akbar Alfaro juga mengaku tak kenal Akidi. Namun, dia menghargai inisiatif yang diambil keluarganya. ”Mudah-mudahan setelah ini akan lahir dermawan-dermawan lain,” harapnya.
Timsus Bekerja
Dirintelkam Polda Sumsel Kombespol Ratno Kuncoro meminta masyarakat Sumsel menghargai proses pencairan yang sedang dikerjakan. ”Uang Rp 2 triliun itu tidak sedikit. Tapi, semua kan berproses. Timsus lagi mengawalnya,” tutur dia.
Baca juga: Pengusaha Aceh Hibahkan Rp 2 T untuk Tangani Covid-19
Sementara itu, pantauan di kediaman Heryanti pada Sabtu (31/7) pukul 11.58 WIB, sebuah mobil Sigra hitam berhenti di depan rumah tersebut. Heryanti buru-buru turun. Menuju pagar yang terbuka sedikit. Dia disambut seorang laki-laki yang langsung mengunci pagar dengan rantai.
Pukul 15.47 WIB terlihat Rudy, suami Heryanti, naik sepeda motor Beat putih ingin pulang. Saat itu dia hanya mengenakan celana pendek dan kaus oblong putih. Namun, ketika dari jauh dia melihat ada beberapa orang di dekat rumahnya, pria paro baya tersebut tancap gas. Entah ke mana.
Usman, penjaga keamanan kawasan itu, mengatakan, Rudy baru menghuni rumah tersebut sekitar dua tahun terakhir. Selama menjadi petugas keamanan di sana, dia mengaku beberapa kali pernah bertemu dengan Rudy.
”Kalau di keluarga tersebut Pak Rudy memang sering tegur sapa. Namun, kalau istrinya, saya tidak pernah bertegur sapa,” ungkapnya.
Kata Usman, Rudy sempat meminta kepadanya, jika ada tamu, diharap menghubungi ketua RT dulu. Dalam kesehariannya, lanjut Usman, aktivitas Heryanti selalu menggunakan taksi online. Sebab, Xenia yang dipakainya telah dijual. ”Sekitar beberapa bulan lalu dijual,” katanya. Saat ini keluarga tersebut hanya memiliki motor untuk aktivitas harian.
”Biasanya yang pakai motor Pak Rudy,” tambahnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
