
Petugas mengecek sajian menu Makan Begizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPom.com)
JawaPos.com - Pulau Kelapa, Kabupaten Kepulauan Seribu masih diselimuti gelap ketika suara langkah kaki para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai terdengar di dapur, Kamis (4/12).
Waktu baru menunjukkan pukul 03.00 WIB, namun bagi Febrianti, 25 tahun, inilah awal dari rutinitas yang telah dijalaninya selama hampir tiga bulan terakhir.
“Dari jam 3 subuh. Kalau packing kita datang dari jam 3, tapi kalau mulai packing kita dari jam setengah 5 biasa,” ujarnya kepada Jawapos.com, Kamis (4/12).
Febrianti, yang akrab disapa Anti oleh rekan-rekannya, bukan wajah baru di dunia dapur. Sebelum bergabung sebagai relawan pemenuhan gizi, ia bekerja di sebuah restoran di Jakarta.
Keahliannya menata makanan kini membantu memastikan ribuan paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersaji rapi untuk dikirim ke sekolah-sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di Pulau Kelapa Dua.
Rumahnya berada di Pulau Kelapa Dua, cukup dekat namun tetap mengharuskan dirinya menyeberang laut. Karena tugas yang padat dari Senin hingga Jumat, ia memilih tinggal di dapur SPPG Pulau Kelapa selama hari kerja.
“Kerja di sini mumpung dekat dari rumah. Terus paling kan kalau kerja di sini kayak Senin sampai Jumat di sini, nginepnya di dapur. Kalau Sabtu-Minggu kita balik ke rumah,” ujarnya.
Meski usianya masih muda, Febrianti memikul tanggung jawab besar sebagai seorang single mother dari tiga anak berusia 7 hingga 3 tahun. “Saya kan single mom,” akunya. Ia sudah berpisah dari suami sejak tiga tahun lalu.
Di dapur, Febrianti menjalankan peran ganda: tim packing sekaligus petugas distribusi. Setelah semua paket selesai disusun, ia langsung membawa distribusi ke Pulau Kelapa Dua. “Kalau misalnya tim packing kita cepat, selesai jam 7, jam setengah 8 sudah jalan," jelasnya.
Dalam kesehariannya, Febrianti mengaku belum pernah menemui kendala berarti. Bagi seorang ibu tunggal dengan tiga anak, tekanan hidup tentu tak ringan, namun ia tetap memilih menjalani semuanya dengan tenang.
Saat ditanya apa harapannya terhadap program MBG yang kini menjadi bagian besar dari hidupnya, Ia berharap program ini terus berlanjut. “Semoga makin maju, terus enggak ada komplain-komplainan di luar, terus ya makin berkembang lah," pungkasnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
