
Wasekjen Golkar Muhammad Sarmuji
JawaPos.com-Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 RI Soeharto dan sembilan tokoh bangsa lainnya.
“Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, yang telah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 RI Soeharto atau Pak Harto. Ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara Indonesia,” ujar Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut Sarmuji, penganugerahan tersebut bukan sekadar penghargaan atas peran besar Soeharto dalam pembangunan nasional, tetapi juga pengakuan atas dedikasinya yang telah dimulai jauh sebelum menjabat sebagai presiden.
“Pak Harto berperan penting, baik pada masa prakemerdekaan, pascakemerdekaan, maupun selama menjadi presiden yang memimpin pembangunan bangsa selama lebih dari tiga dekade,” katanya.
Sarmuji juga menyinggung peran Soeharto dalam sejarah Partai Golkar. Ia menyebut Soeharto sebagai Dewan Pembina yang menerapkan semangat karya kekaryaan dalam membangun Indonesia.
“Pak Harto menerjemahkan pikiran Bung Karno yang melahirkan gagasan awal tentang ‘golongan fungsional’. Ide besar itu kemudian diwujudkan Pak Harto menjadi kekuatan sosial-politik konkret dalam bentuk Golkar,” jelasnya.
Ia menilai penghargaan negara kepada Soeharto menjadi pengingat bagi generasi penerus Golkar untuk terus meneladani semangat pengabdian dan kerja keras dalam membangun bangsa.
“Golkar lahir dari semangat pengabdian, bukan sekadar kekuasaan. Penganugerahan ini meneguhkan kembali akar ideologis dan historis Partai Golkar sebagai bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.
Sarmuji menambahkan, Soeharto telah menorehkan jejak sejarah yang membentuk wajah Indonesia modern. “Beliau bukan hanya membangun infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mewariskan stabilitas dan tata kelola pembangunan yang menjadi fondasi kemajuan Indonesia hari ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh lain, termasuk Gus Dur, memiliki makna simbolik yang mendalam.
“Ini adalah simbol rekonsiliasi nasional. Meskipun Gus Dur pernah membubarkan Golkar, mengingat jasanya yang juga besar bagi bangsa, Golkar mendukung dan ikut senang atas gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Gus Dur,” tuturnya. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
