
Konferensi pers operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hari kedelapan, Rabu (9/7). (Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Tim SAR gabungan terus berupaya untuk mencari keberadaan seluruh korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Kamis dini hari (3/7) lalu.
Pada pencarian hari kedelapan, Rabu (9/7), tim SAR gabungan mengevakuasi dua jenazah yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Kedua korban berjenis kelamin laki-laki.
Jenazah pertama ditemukan oleh nelayan sekitar di Pantai Pebuahan, Bali, tepatnya kurang lebih 2 km dari bibir pantai pada Rabu (9/7) pukul 07.00 WIB. Ciri-cirinya adalah mengenakan celana biru pendek dan kaos warna hitam.
Tak berselang lama, tim SAR gabungan kembali mendapatkan laporan adanya penemuan jenazah dari masyarakat. Jenazah kedua ini ditemukan nelayan setempat di Pantai Pengambengan, Bali.
"Kami melaporkan penemuan (jenazah) korban pada Rabu (9/7), ditemukan oleh nelayan di Pantai Pengambengan (Bali) pukul 06.00 WITA," tutur Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan, Ribut Eko Suyatno dalam keterangannya, Rabu (9/7)
Ia menyebut kondisi cuaca di selat Bali yang tidak bersahabat masih menjadi kendala pada operasi pencarian hari kedelapan. Mulai dari berawan tebal, angin bertiup kencang 4-25 knots, gelombang tinggi 2,5-4 meter, hingga kecepatan arus permukaan 2,4 m/s.
"SRU underwater yang disupervisi oleh Danguspurla Koarmada II tetap melakukan observasi bawah air, di tengah kondisi cuaca di selat Bali kurang bersahabat," imbuhnya yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator dalam operasi ini.
Sementara itu, dari dua jenazah yang dievakuasi hari ini, satu di antaranya berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi - Biddokkes Polda Jatim. Ia adalah Putu Mertayasa, 43 tahun, warga Buleleng, Bali.
Sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Hingga malam ini, dari 65 orang korban yang tercantum dalam data Manifest KMP Tunu Pratama Jaya, sebanyak 42 orang telah dievakuasi.
Rinciannya, 30 korban selamat dan 12 korban meninggal dunia, lalu 23 korban lainnya masih hilang. Tim SAR gabungan pun resmi memperpanjang operasi pencarian hingga Jumat (11/7).
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
