Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 19.54 WIB

Pemprov Jabar Ungkap Kriteria Siswa Nakal yang Harus Masuk Barak TNI, Ciri-ciri Berikut Ini Mending Berubah Deh!

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (Tim Media KDM) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (Tim Media KDM)

JawaPos.com - Mengirim anak nakal ke barak militer, program yang digagas Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memang menuai pro dan kontra. Namun program tersebut dinilai berhasil mengubah karakteristik siswa nakal jadi lebih baik, lebih bertanggung jawab.

Jadi pro dan kontra salah satunya karena kategori nakal dimaksud masih abu-abu dan tidak jelas ciri-cirinya. Namun demikian, dalam mendukung program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akhirnya mengungkapkan, seperti apa siswa nakal yang dimaksud.

Melansir Radar Bogor (Grup JawaPos), Siska Gerfianti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemprov Jabar, menjelaskan bahwa tujuan kebijakan Dedi Mulyadi mengirim remaja bermasalah ke barak militer adalah untuk mengurangi kasus kenakalan remaja di wilayah tersebut.

Siska menegaskan bahwa kenakalan remaja di Jawa Barat adalah masalah sosial yang rumit yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak karena memiliki dampak yang signifikan pada generasi muda dan stabilitas sosial.

Beberapa ciri karakter siswa nakal dimaksud yakni merekayang terlibat tawuran antar sekolah, mereka yang terlibat penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan pelanggaran lainnya. Dikatakan Siska kalau kenakalan remaja tersebut merupakan yang paling umum di Jawa Barat. 

Karenanya, untuk mencapai solusi yang mungkin, diperlukan pendekatan yang komprehensif, yang mencakup penerapan kebijakan yang lebih efisien. Penerapan program pelatihan karakter melalui pendekatan ketarunaan adalah salah satu tindakan nyata dari kebijakan Dedi Mulyadi.

"Tujuannya adalah untuk memperkuat integritas, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, dan menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab sosial di kalangan siswa. Oleh karena itu, program ini secara khusus menyasar anak-anak dan remaja yang sering menunjukkan kecenderungan untuk mengalami kekerasan atau kenakalan," ungkapnya.

Menurutnya, tujuan yang lebih khusus adalah mewujudkan Pancawalwiya Jabar Istimewa, yaitu generasi muda yang cager (sehat), bager (berakhlak baik), benar, pintar, dan singer (tanggap). Dia menjamin bahwa anak-anak akan tetap menerima pendidikan formal meskipun mereka mengikuti pendidikan karakter.

Menurut rencana, 272 siswa dari 106 sekolah akan mengikuti Pendidikan Karakter Panca Waluya Angkatan 1. Secara khusus, ada 6 SMA Swasta, 15 SMK Swasta, 53 SMA Negeri, dan 32 SMK Negeri.

Kegiatan ini berlangsung selama 30 hari, terdiri dari dua hari masa orientasi, empat belas hari pendidikan level dasar, dan 14 hari pendidikan level lanjutan. Setiap level disesuaikan dengan kebutuhan peserta untuk mengembangkan kompetensi perilaku mereka.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore