Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 00.10 WIB

Orang yang Menyimpan Lemari Penuh dengan Barang-Barang 'untuk Jaga-Jaga' Biasanya Memiliki 7 Sifat Ini

Ilustrasi seseorang yang suka menyimpan barang - Image

Ilustrasi seseorang yang suka menyimpan barang


JawaPos.com - Ada saja orang yang memiliki satu lemari, bahkan satu ruangan khusus, berisi barang-barang yang disimpan hanya untuk ‘jaga-jaga’. Mungkin bagi sebagian orang kebiasaan ini tampak unik, tetapi di balik itu sebenarnya bisa mengungkap banyak hal tentang karakter dan pola pikir seseorang.

Kebiasaan menyimpan barang ‘untuk jaga-jaga’ sering kali berkaitan dengan sejumlah sifat tertentu yang cukup menarik jika diperhatikan. Tidak sekadar soal menumpuk barang, tetapi juga soal cara seseorang memandang hidup dan menghadapi ketidakpastian.

Setidaknya, ada tujuh sifat umum yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang senang mengoleksi barang-barang cadangan ini. Bukan bermaksud menghakimi, melainkan mencoba memahami berbagai cara orang bersikap dalam menjalani hidup.

Jika pernah bertanya-tanya tentang alasan di balik kebiasaan ini, atau mungkin tanpa disadari juga melakukannya, dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (17/4), berikut tujuh karakter tersebut.

1. Memiliki Pola Pikir Jauh ke Depan

Orang yang gemar menyimpan barang-barang ‘untuk jaga-jaga’ umumnya punya pola pikir yang visioner. Mereka terbiasa mempersiapkan diri untuk berbagai kemungkinan, mulai dari hal-hal kecil yang merepotkan hingga situasi tak terduga.

Lemari yang penuh dengan barang cadangan itu bukan sekadar ruang penyimpanan, melainkan cerminan dari kesiapan mereka menghadapi berbagai situasi. Kebiasaan ini biasanya juga terlihat di aspek lain, seperti keuangan, rencana cadangan, atau jadwal yang tertata rapi.

Meskipun bagi sebagian orang tampak berlebihan, bagi mereka justru menjadi cara untuk merasa aman dan lebih tenang menghadapi ketidakpastian.

2. Mengutamakan Kemandirian

Kemandirian menjadi sifat lain yang melekat pada orang yang rajin menyimpan barang-barang cadangan. Mereka merasa lebih nyaman ketika bisa mengandalkan diri sendiri dalam menghadapi situasi tak terduga.

Tak perlu jauh-jauh mencari bantuan saat baterai remote habis atau ketika listrik padam mendadak, karena semuanya sudah tersedia di rumah. Lebih dari sekadar barang, prinsip di balik kebiasaan ini adalah tentang tidak bergantung pada orang lain.

Keyakinan untuk bisa menangani situasi sendiri menjadi pegangan, termasuk dalam hal keterampilan, pengetahuan, hingga ketahanan emosional.

3. Peduli Lingkungan

Meski tak selalu disadari, kebiasaan menyimpan barang untuk digunakan di masa depan ternyata bisa berdampak baik bagi lingkungan. Orang-orang dengan kebiasaan ini biasanya lebih memilih menyimpan barang bekas atau tidak terpakai, daripada langsung membuangnya.

Barang-barang tersebut bisa dimanfaatkan kembali, mengurangi sampah, dan menunda kebutuhan membeli barang baru. Menurut penelitian, penggunaan kembali barang bahkan bisa mengurangi emisi karbon hingga lima kali lipat dibandingkan hanya mendaur ulang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore