Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Maret 2025 | 18.59 WIB

Sebanyak 1,3 juta penduduk Indonesia berhasil keluar dari kemiskinan berkat dana zakat sepanjang tahun 2024

Ilustrasi Zakat Fitrah. (Istimewa)

JawaPos.com - Upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia tidak hanya menggunakan dana APBN. Dana zakat juga mampu berkontribusi mengentaskan kemiskinan. Sepanjang 2024 lalu, sebanyak 1,3 juta penduduk berhasil keluar dari kemiskinan berkat dana zakat. 

Catatan dari Baznas menyebutkan, dalam empat tahun terakhir rata-rata penerima manfaat dana zakat secara nasional mencapai 32,7 juta jiwa tiap tahunnya. Kemudian pada 2024 lalu ada 1,3 juta jiwa di antaranya telah berhasil keluar dari kemiskinan. Hal ini sejalan dengan jumlah ZIS yang disalurkan Baznas terus mengalami peningkatan.

Saat menghadiri kegiatan Zakat Istana di Istana Negara, Ketua Baznas Prof. Noor Achmad menyampaikan, penyaluran dana ZIS menyasar kepada 8 asnaf (orang yang berhak menerima zakat) dengan fokus lima bidang. Yaitu bidang ekonomi, sosial kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan dakwah.

"Total dana zakat yang telah disalurkan selama 4 tahun juga mengalami peningkatan. Pada 2021, jumlah penyaluran zakat sebesar Rp 14,04 triliun, 2022 sebesar Rp 21,6 triliun, 2023 sebesar Rp 31,2 triliun, dan 2024 sebesar Rp 39,5 triliun," ujar Noor dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (28/3) malam. Sementara penyaluran Baznas pusat tahun 2021 sebesar Rp 501 miliar. Lalu di tahun 2022 sebesar Rp 756 miliar. Berikutnya di 2023 sebesar Rp 675 miliar dan di 2024 sebesar Rp 1,07 triliun. 

Noor mengatakan selama Ramadan mereka juga menghadirkan sejumlah program. Seperti Paket Ramadhan Bahagia, Servis 5.000 Motor Gratis, dan bantuan bensin di berbagai titik di seluruh Indonesia. Lalu membangun 100 Rumah Layak Huni, serta Peresmian Gedung Layanan Kesehatan Gratis Dhuafa di Rumah Sehat Baznas Jatinegara. 

Berdasarkan data mereka, selama empat tahun terakhir, jumlah muzaki yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas serta lembaga zakat resmi di Indonesia selalu menunjukkan peningkatan yang konsisten. Pada tahun 2021, jumlah muzaki tercatat mencapai 10,7 juta orang. Kemudian pada 2022 meningkat menjadi 21,4 juta orang. Lalu pada 2023 mencapai 27,6 juta orang. Berikutnya pada 2024 jumlah muzaki kembali meningkat menjadi 28,1 juta orang. 

Menurut Noor, peningkatan tersebut juga tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat dan prinsip pengelolaan yang Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI serta hasil Audit KAP dan Audit Syariah. 

Peningkatan tersebut juga dipengaruhi pelaksanaan Zakat Istana, literasi yang terus menerus dilakukan, penguatan kelembagaan, dan penguatan manajemen. Selain itu juga penguatan SDM, penguatan infrastruktur, digitalisasi, branding, serta penguatan jaringan yang inklusif. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Terutama adalah penguatan dan perluasan program penyaluran. (wan) 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore