Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 20.54 WIB

Proyek Berhenti Sementara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Beri Kompensasi ke Pekerja Hibisc Fantasy

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal mendatangi objek wisata Hibisc Fantasy Puncak Bogor, pada Kamis (6/3). - Image

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal mendatangi objek wisata Hibisc Fantasy Puncak Bogor, pada Kamis (6/3).

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bahwa para pekerja proyek Hibisc Fantasy akan mendapatkan kompensasi. Area hiburan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat itu digusur setelah dianggap menjadi dalang banjir yang menimpa kawasan puncak dan sekitarnya.
 
Bahkan, limpahan air juga terasa sampai ke area Jabotabek. Pada Selasa (4/3) lalu, beberapa titik di kawasan Bekasi, pinggiran Bogor dan Jakarta, mendapatkan limpahan air dari Bogor.
 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, musibah banjir yang terjadi juga terpengaruh karena adanya alih fungsi lahan di Puncak Bogor.
 
Pada Kamis (6/3), Dedi Mulyadi bersama Wakil Bupati Kabupaten Bogor dan Kasat Pol PP Jawa Barat membongkar salah satu objek wisata di Puncak Bogor, Hibisc Fantasy yang melakukan pelanggaran batas penggunaan lahan.
 
Saat didatangi Dedi Mulyadi, terlihat sejumlah pekerja masih melakukan pekerjaannya. "Mandor proyeknya siapa?" tanya Gubernur Jawa Barat itu dilansir dari Radar Bogor (Grup JawaPos).
 
Salah satu pekerja yang merupakan mandor mendatangi rombongan Dedi Mulyadi.
Pria tersebut mengaku berasal dari Jawa Tengah dan membawahi sekitar 46 sampai 50 orang pekerja bangunan.
 
 
Tidak hanya dari Jawa Tengah, sebagian pekerja merupakan penduduk lokal. Mantan Bupati Purwakarta tersebut menjelaskan, dirinya harus menghentikan proyek pekerjaan di Hibisc.
 
"Kemungkinan proyek dihentikan dulu, karena melanggar," ungkap Dedi Mulyadi.
Dedi menjelaskan, dirinya harus mengetahui jumlah pekerja agar tidak dirugikan.
 
"Mangkanya saya tanya berapa yang kerja, kan saya harus memikirkan bapak-bapak," tuturnya.
 
Dedi melanjutkan, sebagian bangunan akan dibongkar. Dedi juga memberikan kompensasi karena pekerja belum mendapat gaji dan agar bisa pulang ke tempat asal.
 
"Pasti bekerjanya berhenti dulu. Belum gajian. Nanti saya kompensasi untuk bisa pulang ke tempatnya. Mereka engga ngerti apa-apa, nanti aku kasih bantuan kompensasi," ucapnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore