Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 November 2024 | 23.10 WIB

Capim KPK Setyo Budiyanto Sebut OTT Masih Diperlukan tapi Tidak Perlu Banyak

 
 
 

Petugas menunjukkan barang bukti sejumlah uang dalam konferensi pers penahanan enam tersangka OTT di Kalimantan Selatan. (Indrianto Eko Suwarso/Antara)

 
JawaPos.com - Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Komjen Pol Setyo Budiyanto menyebut, operasi tangkap tangan (OTT) masih diperlukan dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi. Ia menyebut, OTT mampu membongkar perkara-perkara korupsi yang merugikan keuangan negara.
 
Pernyataan itu disampaikan Setyo saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11).
 
"Menurut kami, OTT itu masih diperlukan," tegas Setyo.
 
Setyo meyakini, OTT masih diperlukan sebagai pintu masuk untuk membongkar perkara-perkara yang besar.
 
"Kenapa diperlukan, OTT adalah pintu masuk terhadap perkara-perkara yang diperlukan untuk bisa membuka perkara yang lebih besar," ucap Setyo.
 
Namun, mantan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK ini menjelaskan bahwa secara jumlah, OTT mungkin akan dikurangi dan lebih selektif.
 
"Memang, OTT ini tidak perlu harus banyak, betul-betul selektif, prioritas, tetapi masih diperlukan untuk saat ini," ujar Setyo.
 
 
Lebih lanjut, Setyo menuturkan, OTT akan lebih selektif untuk menghindari adanya praperadilan dari pihak terkait.
 
"Betul-betul selektif, dilaksanakan secara rigid, secara bersih," pungkasnya.
 
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore