
HIKING BEDA: Jerhemy Owen mendaki gunung sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, pada moment peringatan HUT Ke-79 RI. ((Jerhemy Owen untuk Jawa Pos)
BEBERAPA tahun belakangan, isu sampah –yang sebelumnya kurang populer– makin mendapat perhatian di media sosial. Banyak kreator konten yang menjadikannya ruang untuk mengedukasi sekaligus membagikan aksi mengendalikan sampah. Salah satunya, Jerhemy Owen, 22.
Kepedulian Owen, sapaannya, terhadap alam membuatnya tergerak untuk membuat perubahan. Dia tidak ingin keindahan alam Indonesia tercemar sampah. ”Dari kecil aku sering pergi ke destinasi alam Indonesia, antara lain, Karimun Jawa, Wae Rebo, Labuan Bajo, yang punya potensi besar. Sayang banget alam yang indah itu masih banyak sampahnya,” ujar Owen saat dihubungi Jawa Pos pekan lalu (8/11).
Dengan latar belakang pendidikan di bidang teknologi lingkungan dan energi terbarukan dari Avans University of Applied Sciences, Breda, Belanda, dia bertekad membagikan ilmu yang didapatkan. ”Masyarakat sebenarnya sudah banyak yang sadar dan peduli lingkungan, tapi aksinya masih kurang karena mungkin nggak tahu mulai dari mana, caranya gimana,” ungkap dia.
Karena itu, Owen menjadikan media sosialnya ruang edukasi. Secara konsisten dia menyajikan konten-konten menarik yang membahas berbagai isu lingkungan. Mulai pentingnya pengelolaan sampah yang baik hingga kampanye mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Salah satu ciri khas konten Owen adalah gaya penyampaiannya yang santai dan dekat dengan penonton. Dia tidak hanya memberikan data dan fakta, tapi juga berbagi pengalaman pribadi dan tips-tips praktis yang dapat diterapkan oleh siapa saja. Hal itu membuat penonton merasa terhubung dan termotivasi untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.
Tak hanya aktif di dunia maya, Owen juga melakukan aksi nyata. Dia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan lingkungan, seperti beach clean up, kampanye pengurangan sampah, dan berkolaborasi dengan organisasi terkait untuk saling tukar gagasan.
”Salah satu proyek paling berkesan itu waktu 17 Agustusan tahun lalu. Kita clean up serentak. Ribuan orang berpartisipasi, ratusan ton sampah terangkat dari sungai dan pantai di puluhan titik di seluruh Indonesia,” bebernya. Tak hanya itu, pada 17 Agustus tahun ini, Owen mendaki ”gunung sampah” tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, untuk mendorong kesadaran masyarakat pada pengelolaan sampah.
Owen juga terpilih mewakili Indonesia sebagai pembicara dalam konferensi COP29 bertema A Force for Good: The Role of Social Media Content Creators in Climate Communication di Baku, Azerbaijan, pada 12 November. Pada kesempatan itu, dia menuangkan gagasannya dan berdiskusi terkait peran media sosial dalam menggaungkan isu-isu lingkungan. (lai/c6/nor)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
