Presiden ke-8 Prabowo Subianto (tengah) menyapa masyarakat di Pesta Rakyat di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Presiden Prabowo Subianto menggunakan Pindad MV 3 Garuda Limousine menuju usai dilantik dari gedung DPR MPR menuju Istana Merdeka. (H
JawaPos.com - Direktur Teknologi dan Pengambangan PT Pindad Sigit P. Santosa membeber tahap demi tahap produksi kendaraan taktis (rantis) Maung untuk kebutuhan menteri Kabinet Merah Putih. Informasi tersebut dia sampaikan melalui keterangan resmi pada Jumat malam (8/11). Menurut dia, Maung yang bakal diproduksi untuk para menteri adalah Maung MV3 Garuda atau Maung generasi ketiga.
Baca Juga: Pindad akan Produksi Maung MV3 Garuda untuk Kendaraan Dinas Menteri dan Pejabat Eselon Satu
Sigit menjelaskan bahwa proses produksi dimulai dengan menyusun spesifikasi teknis dan kebutuhan pengguna. Itu dituangkan dalam System Requirement Specification (SRS) serta Test & Evaluation Master Plan. Setelah itu, tim engineering Pindad mengembangkan desain mulai dari konseptual sketching hingga engineering design.
Proses itu mencakup beberapa tahapan seperti penyesuaian performa, desain eksterior, desain interior, penentuan material interior dan eksterior, serta berbagai detail komponen yang sesuai dengan dimensi dan regulasi kendaraan. Tahap produksi berikutnya adalah Manufacturing & Assembly yang dilakukan dengan memvalidasi hasil desain.
Proses Manufacturing diawali dengan pembuatan dies menjadi cetakan komponen utama seperti body side, pintu, kap mesin, fender, dan bagian inner body. Termasuk juga komponen pelengkap seperti bracket, bumper, dan komponen interior. Komponen tersebut dihubungkan melalui proses body welding, kemudian dilanjutkan proses painting, dan final assembly di area trimming.
Setelah perakitan akhir, kendaraan menjalani proses Quality Control, uji fungsi, serta sertifikasi. Semua itu dilakukan untuk memastikan performa optimal sesuai dengan kriteria pengguna. Menurut Sigit, belum ada satu pun pabrikan di Indonesia yang melakukan full cycle vehicle development di dalam negeri. Pindad memulai itu sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
”Belum ada pabrikan di Indonesia yang melakukan full cycle vehicle development di dalam negeri, yaitu pengembangan yang dimulai dari tahapan desain, pengembangan produk, validasi, sertifikasi, dan produksi massal. Maka dari itu, Pindad harus hadir untuk membangun ekosistem yang lengkap untuk mendukung pengembangan dan produksi industri otomotif nasional,” terang dia. (*)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
