
Proses verifikasi pemudik gratis Pemprov DKI Jakarta di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Jakarta pada hari Minggu (24/3) lalu./Aprillio Akbar/Antara
JawaPos.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 ini terdapat kenaikan jumlah pemudik yang signifikan dibandingkan tahun 2023 lalu.
Dilansir dari Antara, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengatakan hal tersebut pertanda kondisi keuangan masyarakat membaik pasca Covid-19.
Seperti yang disampaikan dalam keterangan secara tertulisnya pada hari Kamis (28/3) yang menyebutkan bahwa pertanda keuangan masyarakat membaik itu bisa dilihat dari animo melakukan perjalanan mudik pada Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pemudik tahun 2023 jumlahnya mencapai 123,8 juta orang atau naik 14,2 persen dari tahun 2022.
Sedangkan pada tahun 2024 ini, data pemudik naik sebanyak 193,6 juta orang atau 71,7 persen dari jumlah penduduk di Indonesia.
Naiknya jumlah pemudik pada tahun 2024 ini akan berpengaruh terhadap kenaikan perputaran uang yang sangat besar di seluruh penjuru tanah air. Khususnya di daerah tujuan mudik dan destinasi wisata.
Jika dikalkulasi dari jumlah pemudik yang mencapai 193,6 juta orang itu dan setiap keluarga rata-rata terdiri dari empat orang maka jumlah pemudik setara dengan 48,4 juta keluarga.
Dengan asumsi setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp 3.250.000 maka perputaran uang selama Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan mencapai 157,3 triliun.
“Jumlah tersebut masih berpotensi naik, karena kita mengalikan angka minimal atau moderat,” ujar Sarman.
Terjadinya perputaran uang itu akan tersebar di berbagai sektor usaha, antara lain ritel, fashion, makanan dan minuman, BBM, transportasi darat (bus, rental, kereta api, mobil pribadi, dan motor), transportasi laut (kapal penumpang dan penyeberangan), serta transportasi udara (pesawat).
Perputaran uang juga akan terjadi di sektor lain yaitu pariwisata, antara lain hotel, motel, villa, restoran, kafe, minimarket, destinasi wisata, aneka warung atau toko, UKM makanan khas daerah, kain khas daerah, dan produk unggulan daerah lainnya.
Besarnya perputaran uang tersebut akan memastikan ekonomi daerah dapat produktif mendorong meningkatnya konsumsi rumah tangga.
“Perputaran uang selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri sangat signifikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2024 dan menjadi modal awal untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2024 bertahan di angka lima persen,” kata dia.
Ia mengharapkan pemerintah daerah juga dapat terlibat dalam membantu kelancaran arus mudik dan memastikan para pengusaha di daerah tujuan mudik dan memastikan tidak terjadi kenaikan harga tinggi yang dilakukan oleh para pengusaha di daerah.
Naiknya harga dapat mengakibatkan para pemudik enggan untuk membelanjakan uangnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
