Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2024 | 00.36 WIB

Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Turun Per 29 Januari 2024, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Visual Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores Timur, NTT, Senin (29/1/2024). (ANTARA/HO-PVMBG) - Image

Visual Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores Timur, NTT, Senin (29/1/2024). (ANTARA/HO-PVMBG)

JawaPos.com – Status Gunung Lewotobi Laki-Laki turun dari Level IV atau Awas menjadi Level III atau Siaga.

Status ini dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Senin (29/1).

Status Gunung Lewotobi Laki – Laki ini diturunkan setelah 20 hari Status Level IV berlaku sejak Selasa (9/1) pukul 23.WITA.

Saat itu, kenaikan status didasari oleh peningkatan aktivitas vulkanik gunung api yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Mengutip Antara, Senin (29/1), penurunan status Gunung Lewotobi Laki-Laki tersebut didasarkan pengamatan visual pada 23 Januari hingga 29 Januari yang menunjukkan aktivitas vulkanik gunung tersebut menurun.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh dari data visual dan instrumental maka Gunung Lewotobi Laki-laki diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga), terhitung mulai tanggal 29 Januari 2024 pukul 12.00 WITA," kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan.

Dalam periode tersebut, gunung tersebut kolom erupsi yang menurun dari rata – rata 1.500 meter di atas puncak menjadi 500 meter di atas puncak dengan pergerakan aliran lava di arah timur laut melambat karena berkurangnya suplai magma dan telah mencapai daerah topografi yang landai.

Meskipun demikian, ia mengatakan awan panas guguran masih terjadi dengan jarak luncur rata – rata satu kilometer dan maksimal dua kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, gempa pada masa tersebut didominasi oleh gempa permukaan yang menunjukkan magma telah mencapai permukaan dan sebagian keluar dari kawah.

Terekamnya gempa hibrid menunjukkan terjadinya pertumbuhan kubah lava dengan laju rendah.

Selain itu penurunan intensitas gempa vulkanik dalam dari periode sebelumnya mengindikasikan penurunan suplai magma.

Gempa hembusan dan tinggi kolom asap juga mengalami penurunan, demikian pula dengan gempa low frequency sehingga pergerakan magma ke permukaan juga turun.

"Jumlah gempa erupsi menurun dari 15-25 kejadian setiap hari, saat ini tiga sampai lima kejadian setiap hari, dan gempa tremor tidak terekam sejak 24 Januari 2024," kata Hendra.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore