Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2023 | 17.32 WIB

Masyarakat Buang Produk Pro Israel dalam Aksi Bela Palestina, Berikut Penjelasan Boikot yang Efektif Dilakukan

Daftar brand pro Israel yang masuk daftar boikot. - Image

Daftar brand pro Israel yang masuk daftar boikot.

JawaPos.com - Aksi bela Palestina semakin santer disuarakan masyarakat dari berbagai kalangan, salah satunya dalam bentuk boikot produk pro Israel.

Ramainya pemboikotan produk dan brand pro Israel dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan dunia demi solidaritas terhadap warga Palestina yang menjadi korban genosida.

Belum lagi, didukung oleh Fatwa MUI No.83 Tahun 2023 pada 8 November lalu, yang mengharamkan mendukung agresi Israel terhadap Palestina atau pihak yang mendukung Israel baik langsung maupun tidak langsung.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang membuang produk pro Israel yang telah mereka miliki dan kehilangan arti boikot yang sebenarnya.

Dilansir JawaPos.com dari Think Marketing, Selasa (14/11), boikot adalah tindakan yang dilakukan suatu kelompok untuk berhenti membeli merek tertentu.

Memboikot suatu brand berdampak negatif pada reputasi brand yang menyebabkan pelanggan menjauh, dan mempengaruhi keuntungan yang didapatkan oleh brand tersebut.

Ada dua jenis boikot, yaitu boikot primer dan boikot sekunder. Boikot primer adalah tidak membeli produk apa pun atau menggunakan layanan apa pun dari merek tertentu yang kebijakan atau nilai-nilainya tidak sesuai.

Boikot primer ini serupa dengan apa yang dilakukan saat ini, yaitu memboikot brand-brand yang mendukung Israel.

Sehingga, boikot yang benar adalah dengan tidak lagi membeli produk dari brand-brand tersebut, bukan membuang produk yang sudah dimiliki.

Fatwa MUI juga menyebutkan bahwa umat Islam diimbau untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme.

Imbauan untuk menghindari transaksi dan penggunaan produk pro Israel dengan semaksimal mungkin tersebut dapat diartikan agar disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat kedaruratan setiap individu.

Jika sudah memiliki produk dari brand pro Israel, sebaiknya tetap digunakan untuk menghindari sikap mubazir, sambil selanjutnya mencari produk alternatif yang terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan. 

Boikot dianggap sebagai metode menekan yang populer karena melalui “uang” lah cara yang tepat untuk berbicara kepada perusahaan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore