
Daftar brand pro Israel yang masuk daftar boikot.
JawaPos.com - Aksi bela Palestina semakin santer disuarakan masyarakat dari berbagai kalangan, salah satunya dalam bentuk boikot produk pro Israel.
Ramainya pemboikotan produk dan brand pro Israel dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan dunia demi solidaritas terhadap warga Palestina yang menjadi korban genosida.
Belum lagi, didukung oleh Fatwa MUI No.83 Tahun 2023 pada 8 November lalu, yang mengharamkan mendukung agresi Israel terhadap Palestina atau pihak yang mendukung Israel baik langsung maupun tidak langsung.
Namun, tidak sedikit masyarakat yang membuang produk pro Israel yang telah mereka miliki dan kehilangan arti boikot yang sebenarnya.
Dilansir JawaPos.com dari Think Marketing, Selasa (14/11), boikot adalah tindakan yang dilakukan suatu kelompok untuk berhenti membeli merek tertentu.
Memboikot suatu brand berdampak negatif pada reputasi brand yang menyebabkan pelanggan menjauh, dan mempengaruhi keuntungan yang didapatkan oleh brand tersebut.
Ada dua jenis boikot, yaitu boikot primer dan boikot sekunder. Boikot primer adalah tidak membeli produk apa pun atau menggunakan layanan apa pun dari merek tertentu yang kebijakan atau nilai-nilainya tidak sesuai.
Baca Juga: Ramai Soal Le Minerale Mulai Kena Imbas Boikot, John Sitorus: Induknya Beroperasi di Israel
Boikot primer ini serupa dengan apa yang dilakukan saat ini, yaitu memboikot brand-brand yang mendukung Israel.
Sehingga, boikot yang benar adalah dengan tidak lagi membeli produk dari brand-brand tersebut, bukan membuang produk yang sudah dimiliki.
Fatwa MUI juga menyebutkan bahwa umat Islam diimbau untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme.
Imbauan untuk menghindari transaksi dan penggunaan produk pro Israel dengan semaksimal mungkin tersebut dapat diartikan agar disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat kedaruratan setiap individu.
Jika sudah memiliki produk dari brand pro Israel, sebaiknya tetap digunakan untuk menghindari sikap mubazir, sambil selanjutnya mencari produk alternatif yang terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Boikot dianggap sebagai metode menekan yang populer karena melalui “uang” lah cara yang tepat untuk berbicara kepada perusahaan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
