Poster film animasi Minilemon Universe. (Istimewa)
JawaPos.com – Di tangan Reno Halsamer, topeng-topeng kuno Nusantara tak hanya menjadi artefak budaya, tapi juga jendela masa depan. Lewat Minilemon Universe, topeng-topeng itu dihidupkan dalam bentuk karakter animasi anak—penuh warna, pesan moral, dan semangat kebhinekaan.
“Topeng itu bukan sekadar benda. Ia menyimpan wajah-wajah peradaban,” ujar Reno di Surabaya, Senin (4/8).
Mungkin sebagian belum tahu, Reno bukan sekadar animator atau penggagas IP (intellectual property).
Ia adalah budayawan, aktivis pluralis, dan seorang kolektor yang telah 30 tahun keliling Indonesia mengumpulkan topeng-topeng dari pelosok negeri. Topeng-topeng itu telah ia rawat selama puluhan tahun.
Kini, enam wajah dari koleksinya menjelma menjadi karakter utama Minilemon—animasi yang tak hanya menghibur, tapi juga sarat pesan.
Ada Wayan dari Bali, Ucup dari Sunda, Togar dari Batak, Slamet dari Jawa Muslim, Minggus dari Papua, dan Memey dari Tionghoa.
Mereka semua adalah sahabat sepermainan, mewakili ragam budaya yang tumbuh bersama dalam satu semesta cerita.
Reno tak main-main saat membangun dunia Minilemon. Ia butuh waktu bertahun-tahun—melewati kegagalan, riset panjang, hingga sempat berhenti karena tim kreatifnya bubar.
Namun segalanya berubah pada 2019, saat ia bertemu dengan ilustrator Indonesia yang kala itu tengah menggarap proyek di Amerika.
Dalam waktu dua minggu, sang ilustrator berhasil mewujudkan seluruh konsep visual yang selama ini hanya ada di kepala Reno. “Waktu itu titik baliknya. Saya tahu, ini jalan yang harus saya tempuh,” ucapnya.
Tapi desain visual bukan segalanya. Reno sadar, kekuatan Minilemon bukan hanya pada gambar bergerak, melainkan pada isi cerita.
Maka ia menggandeng psikolog, akademisi, hingga para santri untuk membantu merancang naskah yang mengajarkan karakter positif: mencium tangan orang tua, menyapa tetangga, membantu teman tanpa pamrih.
“Anak-anak itu belajar dari apa yang mereka lihat. Visual itu menempel kuat. Maka kami harus hati-hati sekali,” tutur Reno.
Rumusnya, kata dia, sederhana tapi ketat: 40 persen narasi, 40 persen teknologi, 20 persen desain. Setiap gerakan dan dialog diuji, disaring, dan diuji ulang. Bahkan untuk membuat satu kostum karakter, ia melakukan riset selama tujuh bulan.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
