
The Boy and the Heron
Mahito kehilangan ibunya di puncak perang Pasifik di Jepang. Dalam kondisi berduka, Mahito pindah ke pedesaan bersama ayah dan Natsuko, istri barunya. Di sana, dia menemui burung cangak abu-abu aneh. Ia terus meneror Mahito dengan kabar, ibunya mungkin masih hidup di sebuah tempat.
---
SETELAH kebakaran hebat di Tokyo yang menewaskan ibunya, Mahito (Soma Santoki) dan ayahnya Shoichi (Takuya Kimura) memutuskan pindah ke sebuah desa dekat danau. Di sana, mereka tinggal di rumah Natsuko (Yoshino Kimura), istri baru Shoichi yang masih merupakan adik ibu Mahito. Mereka juga ditemani beberapa pelayan sepuh.
Walau tragedinya cukup lama berlalu, Mahito belum menerima kematian ibunya. Dia juga merasa asing dengan perhatian Natsuko, yang kini mengandung calon adiknya. Mahito pun sulit menyesuaikan diri di tempat baru. Dia dirundung oleh teman sekelasnya. Hingga di suatu siang, dia melukai kepalanya sendiri dengan batu.
Shoichi langsung memintanya beristirahat di rumah. Di tengah waktunya yang lengang, muncul burung cangak abu-abu (Masaki Suda) yang mengusiknya. Kehadiran burung itu menjadi awal mula banyak hal aneh. Natsuko, yang juga tengah sakit karena kehamilan, tiba-tiba hilang dari kamar. Mahito ikut dengan Kiriko (Ko Shibasaki), pelayan sepuh yang berusaha mencari Natsuko.
Di tengah pencarian itu, burung cangak abu-abu kembali muncul. Mahito yang tak sabar langsung memanah paruh si burung. Luka lubang tersebut membuat si burung berubah jadi manusia burung aneh yang tak bisa terbang. Mahito, burung cangak, dan Kiriko perlahan masuk ke tempat yang asing.
Kiriko berubah menjadi lebih muda serta memiliki kekuatan magis. Di dunia baru itu, Mahito bertemu dengan Himi (Aimyon), remaja sebayanya yang berkali-kali menyelamatkannya. Himi pulalah yang menunjukkan ’’portal” untuk kembali ke desa Mahito. Namun, situasi berubah menjadi bahaya saat mereka diserang pasukan parkit.
The Boy and the Heron masih mempertahankan vibe khas Studio Ghibli, namun dengan sentuhan yang berbeda. Film itu seakan menghidupkan lagi sisi ’’keras” Ghibli yang dimunculkan di Princess Mononoke. Dalam film, sutradara Hayao Miyazaki menghadirkan Mahito yang apatis, berbeda dengan tokoh utama rilisan sebelumnya yang cenderung digambarkan polos dan penuh semangat muda.
Film tersebut punya cerita semiotobiografi. Karakter Mahito memiliki latar belakang yang mirip dengan sang sineas: sama-sama penyintas perang dan kehilangan ibu di usia belia. Cerita itu juga dipadukan dengan alur dan pesan yang serupa dengan How Do You Live?, buku anak-anak karya Genzaburo Hoshino yang lantas menjadi judul film dalam versi Jepangnya.
Guillermo del Toro, sineas yang juga pengagum dan sahabat Miyazaki, menyatakan bahwa The Boy and the Heron merangkum cerita yang kontemplatif. ’’Dengan ceritanya, kalian akan disuguhi sisi manis dan asam hidup; kehilangan, keindahan, sekaligus cinta di waktu bersamaan dalam film yang begitu sederhana,” ujarnya. Del Toro merasa, kemampuan Miyazaki menyampaikan cerita getir tapi dengan pesan ’’cerah” belum ada tandingannya.
Vice President Ghibli Studio Junichi Nishioka mengungkapkan, di The Boy and the Heron, Miyazaki seakan mencurahkan ceritanya kepada penonton. ’’Film ini sangat personal dan menunjukkan bagaimana dia hidup, bagaimana dia seharusnya hidup, lalu ditutup dengan pertanyaan kepada audiens: bagaimana kalian menjalani hidup?” ungkapnya. (fam/c6/ayi)
TRIVIA
The Boy And the Heron
Durasi: 124 menit

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
