
Tangkapan layar Patrick Wilson dan Ty Simpkins dalam trailer film ‘Insidious: The Red Door’ (Sony Picture Entertainment Youtube)
JawaPos.com – Indiana Jones and the Dial of Destiny mengalami penurunan peringkat di box office Amerika Utara pasca kehadiran Insidious: The Red Doors yang baru saja tayang pada Jumat (7/7).
Pada periode Jumat hingga Minggu (9/7), film kelima dari waralaba Insidious tersebut berhasil meraup keuntungan sebesar USD 32,6 juta atau Rp 493,9 miliar di Amerika Utara dan memperoleh USD 31,4 juta (sekitar Rp475.7 miliar) di wilayah lainnya.
Pendapatan yang diterima oleh film Insidious terbaru dalam minggu pertamanya ini bahkan mampu mengalahkan film waralaba sebelumnya, yaitu Insidious: The Last Key (2018) yang sempat mendapat gelar sebagai film PG-13 dengan pendapatan terbanyak saat perilisan selama dua tahun terakhir.
Di luar wilayah Amerika Serikat, film garapan Blumhouse ini mampu mengamankan awal terbaik dalam kategori film horor di masa pandemi, serta awal terbesar dari serial horor supranatural di pasar yang sebanding.
Hingga Minggu (9/7), pasar teratas dari film Insidious 5 berada di Meksiko dengan pendapatan sekitar Rp 88,2 miliar, kemudian disusul oleh pasar Filipina dengan perolehan sebesar Rp 56,3 miliar, dan Inggris dengan pendapatan sekitar Rp 43,6 miliar, dikutip dari Variety.com.
Dalam lingkup global sendiri secara total penjualan tiket Insidious 5 berhasil meraup keuntungan sekitar USD 64 juta atau empat kali dari biaya pembuatan film ini sendiri yang hanya membutuhkan USD 16 juta atau setara dengan Rp 243 miliar.
Di sisi lain, film Indiana Jones 5 yang diperankan oleh Harrison Ford harus puas dengan perolehan pendapatan sebesar USD 26,5 juta (Rp 403,3 miliar) dan menjadi peringkat kedua. Peringkat ketiga sendiri diduduki oleh Film Sound of Freedom yang dibintangi oleh Jim Caviezel.
Film waralaba Indiana Jones terbaru itupun sejauh ini dalam hal tiket global telah meraup keuntungan sebesar Rp 1,9 triliun.
Sayangnya, angka tersebut masih belum memberikan keuntungan bagi pihak produksi yaitu Disney dan Lucasfilm, karena film petualangan ini sendiri memakan biaya sebesar Rp 4,6 triliun dalam proses pembuatannya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
