Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Februari 2017 | 23.51 WIB

Banjir Surut, Ekonomi Masih Lumpuh, Posko Siaga Banjir Tetap Buka

KERJA BAKTI: Ruang tamu seorang warga Desa Kupang, Jabon, sempat kebanjiran memaksa mereka meninggikan rumah agar tidak sampai kemasukan air berhari-hari. - Image

KERJA BAKTI: Ruang tamu seorang warga Desa Kupang, Jabon, sempat kebanjiran memaksa mereka meninggikan rumah agar tidak sampai kemasukan air berhari-hari.

JawaPos.com – Genangan air di lima desa di wilayah Kecamatan Jabon sudah berangsur surut. Sebulan lebih ribuan warga setempat dibuat repot dengan banjir tahunan itu. Meski demikian, surutnya air tersebut tidak berarti persoalan telah selesai. Sejauh ini, kondisi desa-desa itu belum normal. Warga tetap membutuhkan uluran tangan. Ekonomi warga masih lumpuh.


Salah satu dampak banjir itu adalah kondisi jalan desa yang rusak parah. Maklum, banjir merendam desa selama 33 hari. Jalan rusak itu menyebar di lima desa terdampak. Yakni, Desa Kupang, Tambak Kalisogo, Kedungpandan, Kedungrejo, dan Semambung.


’’Waduh, hancur semua jalannya. Apalagi yang banjir dengan ketinggian 80 sentimeter. Aspal rusak semua,” ungkap Kepala Desa Semambung Jainuri kepada Jawa Pos kemarin (12/2).


Di Dusun Penumpakan, Desa Semambung, misalnya. Banyak jalan yang berlubang, hancur, dan kerikil berserakan di sekitarnya. Kabarnya, banyak warga yang terjatuh saat melintasi jalan itu ketika masih tergenang. Menurut Jainuri, kondisi tersebut juga terjadi di empat desa terdampak lain. ’’Sama saja. Tidak ada yang tak rusak,” tuturnya.


Jainuri beserta segenap perangkat desa sudah menyusuri jalanan yang rusak di wilayah desanya. Seluruh data sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Sidoarjo saat patroli untuk ditindaklanjuti. Kini pihaknya tinggal menunggu bantuan turun sembari berbenah. ’’Mana-mana kerusakan yang bisa ditangani sendiri bakal kami upayakan,’’ katanya.


Selain pembenahan kerusakan jalan, bantuan bibit padi dan perikanan sangat diharapkan warga. Misalnya, di Desa Tambak Kalisogo, seluruh tambak yang terkena banjir meluap. Ludes. Sementara itu, di Desa Kedungrejo dan Semambung, areal sawah menjadi korban. Lahan persawahan seluas 130 hektare di Desa Semambung dan 37 hektare di Desa Kedungrejo rusak.


’’Kalau nggak dibantu ya tidak akan mampu petani kami. Ekonomi mereka sangat melemah akibat banjir,’’ ujar Nawawi, kepala Desa Kedungrejo.


Menurut Nawawi, pihaknya sudah melapor ke Dinas Pertanian Sidoarjo. Bahkan, Kementerian Pertanian yang sempat mendata saat air masih agak tinggi juga menyatakan bakal mengupayakan ada bantuan secepatnya. ’’Prediksi saya musim tanam nanti turunnya. Tapi, kalau ada kepastian lebih cepat kan baik,” ujarnya.


Saat ini, lanjut dia, bantuan untuk warga terdampak masih terus mengalir. Di antaranya, bantuan berupa pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan dari Puskesmas Jabon, RSI Siti Hajar, dan PGN. ’’Ratusan warga gatal-gatal, kena kutu air,” kata Nawawi. Dia berharap hujan tidak lagi mengguyur agar penyedotan air dengan pompa yang dipasang di Desa Tambak Kalisogo segera tuntas.


Uluran tangan juga datang dari anggota komunitas Pajero Koncoplex Sidoarjo (PKS). Kemarin mereka mendatangi posko banjir di Desa Kupang untuk memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok seperti mi instan, beras, minyak, susu, dan kebutuhan rumah tangga lain. Ada juga uang tunai.


’’Yang kami dengar, kondisi banjirnya cukup parah. Semoga yang kami bawa bisa bermanfaat untuk warga yang terkena banjir di sini,” ujar Wihadi, dewan penasihat PKS.


Kepala Desa Kupang Suryadi yang setiap hari berada di posko banjir menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan bantuan. Termasuk anggota komunitas PKS. Menurut dia, setiap tahun desanya memang selalu banjir, tetapi tidak pernah separah tahun ini. ”Tahun ini kami hitung banjir selama lima minggu. Airnya mengendap sampai berwarna hijau, tanahnya sampai lumutan,” ujarnya.


Menurut Suryadi, di Desa Kupang, yang masih ada genangannya hanya di RT 3, RW 4. Namun, air sudah surut. Meski sudah surut, dapur posko bencana banjir masih mengepul. Sejumlah warga masih terlihat makan di posko banjir karena sebagian dapur warga belum bisa dipakai. ”Masih kami sediakan puluhan porsi untuk warga dan relawan yang membantu di sini,” lanjutnya.


Suryadi menegaskan, posko banjir tetap disiagakan untuk mengantisipasi banjir susulan. Selain itu, posko akan menjadi pusat informasi tentang kondisi terkini warga yang menjadi korban banjir. ”Kami masih siaga terus di sini jika sewaktu-waktu ada hujan deras,” ungkapnya.



Dia menambahkan, saat ini masih sangat memungkinkan turun hujan lebat yang membuat kondisi desa kembali tergenang. Bukan hanya hujan yang melanda di wilayah Jabon, melainkan juga peluang hujan di kawasan Pandaan, Pasuruan. ”Soalnya, air kiriman dari sana juga mengakibatkan banjir, menggenang di sini, nggak mau surut. Semoga saja tidak ada hujan deras lagi. Syukurlah, tiga hari ini hanya hujan sebentar,’’ tandasnya. (via/uzi/c7/hud/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore