
MERANA: Bangunan SDN Masangan Wetan 1 yang mangkrak di wilayah Sukodono. Siswa dan guru dari SDN ini sudah digabungkan dengan SDN Masangan Wetan 2 Sidoarjo.
JawaPos.com – Sudah sekitar enam tahun gedung SDN Masangan Wetan 1 di Kecamatan Sukodono mangkrak. Gedung yang sudah usang tersebut masih berdiri meski sebagian bangunannya mulai rapuh lantaran tidak terawat.
Rabu (8/2) Jawa Pos melihat kondisi gedung sekolah itu. Total ada lima ruang kelas yang sejatinya masih bisa dimanfaatkan dan satu ruang guru. Terdapat bangunan untuk musala di sisi barat gedung.
Rosita, salah seorang warga yang tinggal di area SDN Masangan Wetan 1, menyatakan bahwa sekolah tersebut tidak dipakai cukup lama. Seingatnya sejak enam tahun lalu. Sekolah itu dimerger dengan SDN Masangan Wetan 2 yang kini menjadi SDN Masangan Wetan. ’’Saya pastinya lupa. Kurang lebih enam tahun ini sepertinya sekolah ini tidak dipakai,’’ kata perempuan yang tinggal 10 tahun di sana.
Menurut dia, alasan utama sekolah tersebut digabung dengan SDN Masangan Wetan 2 adalah jumlah siswa yang sangat minim. Rosita sendiri merupakan mantan murid sekolah itu. Tepatnya alumnus 2009. Saat itu total muridnya hanya 16 anak. ’’Itu sudah kelas I–VI. Setelah saya lulus, sepertinya juga masih sedikit muridnya,’’ katanya.
Setelah itu, sekolah tersebut digabung dengan SDN Masangan Wetan 1. Seluruh fasilitas kelas juga dibawa. Guru-guru di SDN Masangan Wetan 1 pun pindah ke SDN Masangan Wetan 2. ’’Sampai sekarang tidak ada yang memakai. Gedung di sisi utara dulu termasuk bangunan baru saat itu. Genting-gentingnya juga masih bagus,’’ ungkapnya.
Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Abdul Munif menuturkan, SDN Masangan Wetan 1 memang sudah lama ditutup. Berdasar laporan dari UPTD Cabang Dikbud Sukodono, sekolah tersebut ditutup lantaran muridnya sangat sedikit. Sebab, terdapat dua sekolah yang jaraknya sangat berdekatan di Desa Genting.
’’Pada prinsipnya, sekolah yang muridnya sangat minim, di bawah 100 anak, kami regrouping (digabung) agar menjadi lebih efektif,’’ paparnya.
Dampaknya, tentu ada gedung sekolah yang mangkrak. Namun, seharusnya gedung sekolah tersebut dimanfaatkan. Sebab, gedung dan tanah itu masih termasuk aset pemerintah daerah dalam hal ini dikbud. ’’Kami akan mencoba menginventarisasi gedung-gedung sekolah bekas regrouping yang tidak terpakai,’’ jelasnya.
Munif menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan UPTD setempat untuk melihat kondisi gedung tersebut. Jika memang dibutuhkan, gedung sekolah itu bisa diaktifkan kembali. Namun, jika tidak, gedung itu sebaiknya diratakan dan dijadikan lahan hijau.
’’Bisa untuk UKS (usaha kesehatan sekolah) dari SDN Masangan Wetan atau yang lain. Kan sekolah juga menerapkan adiwiyata (peduli lingkungan, Red),’’ paparnya.
Menurut Munif, pada 2016 ada dua sekolah yang digabung. Yakni, SDN Celep 1 (181 siswa) dan SDN Celep 2 (76 siswa) di Kecamatan Kotadengan menjadi SDN Celep. Juga, SDN Mliriprowo 1 (140 siswa) dan SDN Mliriprowo (19 siswa) di Kecamatan Tarik yang menjadi SDN Mliriprowo. ’’Tahun ini masih belum ada rencana regrouping,’’ jelasnya.
Munif menerangkan, gedung sekolah yang telah di-regrouping tersebut kini masih dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Meski sudah dijadikan satu, dua gedung sekolah itu tetap terpakai. ’’Setahu saya, laporan SD mangkrak masih di Sukodono,’’ ucapnya. (ayu/c15/pri/sep/JPG)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
