alexametrics

3 Jurus Menjaga Karyawan Tetap Terhubung dan Produktif di Masa Pandemi

28 November 2020, 10:33:40 WIB

JawaPos.com – Merebaknya virus Covid-19 mendorong adanya aturan sistem kerja dari rumah. Adaptasi terhadap cara kerja baru dan hambatan yang mungkin didapatkan selama bekerja dari rumah memberikan tekanan tambahan bagi para karyawan.

Hal ini membuat para pemimpin perusahaan membutuhkan berbagai kiat inovatif dalam menjaga para karyawan untuk tetap terhubung dan produktif di tengah banyaknya kesulitan.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, DKI Jakarta menyatakan bahwa ada kurang lebih 3.914 perusahaan dan 1.057.631 orang karyawan yang telah menerapkan sistem kerja dari rumah sejak adanya pandemi COVID-19. Keadaan ini mendorong adanya transformasi digital secara cepat dalam alur bekerja.

Kegiatan pekerjaan maupun rapat yang biasanya dilakukan di dalam kantor, maupun bincang-bincang di tengah waktu istirahat tak lagi dapat dilakukan seperti sebelumnya. Sebagai makhluk sosial, perubahan ini dapat memberi dampak yang cukup besar bagi psikologis manusia. Meskipun demikan, menjaga komunikasi antar karyawan secara jarak jauh bukanlah hal yang mustahil.

Berikut 3 cara untuk para pemimpin agar karyawan dapat tetap saling terhubung produktif:

 

1. Tetap Jalin Komunikasi

 

Tidak dapat bekerja dan bertemu secara tatap-muka akibat work from home bukan berarti berhenti menjalin komunikasi dengan para karyawan. Budaya kerja yang positif dan produktif sangat diperlukan oleh setiap karyawan. Terlebih dalam situasi saat ini ketika ketidakpastian mengenai virus COVID-19 dan berbagai perubahan mendadak terjadi turut menambah beban pikiran di tengah pekerjaan. Gunakanlah berbagai platform komunikasi yang ada untuk sekedar menanyakan kabar karyawan, meminta pendapatnya, atau memberikan berbagai motivasi agar semangat dan produktivitas tetap terjaga.

Fardi Yandi, pemilik media kreatif anak muda Socio Kreatif mengatakan bahwa adanya pandemi memang menimbulkan kesulitan bagi perusahaan, maupun semua yang terlibat di dalamnya.

“Walaupun demikian, kegiatan usaha harus terus dapat berjalan, sehingga target yang direncanakan tetap dapat tercapai. Untuk dapat mencapainya, satu faktor terpenting adalah bagaimana perusahaan dapat terus meningkatkan komunikasi antar tim. Melalui komunikasi yang baik, akan tercipta koloborasi yang baik. Dan dengan adanya kolaborasi yang baik, produktivitas di dalam perusahaan juga dapat semakin meningkat,” katanya dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com.

 

2. Bangun Alur Kerja yang Efektif

 

Memindahkan ruang kerja ke rumah bukan merupakan hal yang mudah bagi setiap karyawan. Berbagai macam hambatan seperti keterbatasan perangkat, koneksi, serta suasana kerja yang kurang kondusif masih umum ditemukan. Jika alur kerja yang dilakukan masih konvensional seperti dahulu, hal ini justru akan menghambat produktivitas dari seluruh tim.

Lark VP of Commercial Asia Joey Lim menuturkan, para pemimpin di setiap bisnis maupun organisasi dapat meminimalisir hal ini dengan membangun alur kerja yang terstruktur dan mengoptimalkan interaksi antar tim. Penggunaan collaboration tools bisa menjadi solusi untuk dapat terciptanya alur kerja yang lebih baik.

“Setiap bisnis membutuhkan platform yang tepat untuk dapat membantu mereka bekerja dan berkolaborasi secara efektif terlebih dengan kondisi bekerja jarak jauh seperti saat ini. Hal ini tentu memudahkan karyawan untuk tetap produktif walaupun mereka saat ini menerapkan work from home,” katanya.

 

3. Bentuk Team-building Virtual

 

Kerjasama yang baik antar tim adalah kunci kesuksesan perusahaan. Selama ini salah satu cara yang biasanya dilakukan untuk memperoleh hal tersebut adalah dengan melakukan team-building.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan untuk berkerumun memang menjadikan hal ini sedikit sulit dilakukan, namun bukan berarti tidak bisa. Manfaatkanlah teknologi digital saat ini dan bentuk kegiatan team-building secara virtual, seperti menonton, bermain games, atau bahkan mengadakan acara makan bersama dengan kostum bertema melalui fitur video conference.

Meskipun terlihat sederhana, namun kegiatan seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai waktu istirahat sejenak agar dapat kembali produktif saat bekerja.

Fardi Yandi mengakui pentingnya kegiatan-kegiatan tersebut. “Bekerja di industri kreatif tidak selalu mulus. Tuntutan untuk selalu inovatif dan kreatif setiap hari dapat membuat kita menjadi stress dan burn out walau itu adalah hal yang wajar dan tidak bisa dipaksakan,” katanya.

Maka, kata Fardi, fondasi utama untuk menjaga produktivitas kita dalam bekerja di industri kreatif ialah tahu kapan harus rehat sejenak dan kapan harus kembali berjuang. “Penting untuk setiap bisnis atau organisasi meluangkan sejenak waktu mereka, membuat team-building virtual agar karyawan dapat tetap terhubung dengan memaksimalkan digital collaboration tools, sehingga terhindar dari burn out dan kualitas bekerja dapat tetap terjaga,” ujarnya.

Menjalankan bisnis sembari menjaga karyawan tetap terhubung dan bekerja secara efektif di tengah pandemi memang bukan hal yang mudah, terlebih ditambah dengan adanya keharusan untuk beradaptasi secara virtual.

Komunikasi adalah kunci berjalannya perusahaan baik antar karyawan maupun antar karyawan dan perusahaan. Karenanya, tranformasi digital adalah sebuah keharusan sebagai upaya membangun komunikasi yang efektif dan cara bekerja yang produktif dengan berbagai tips di atas.

Editor : Banu Adikara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads